Kompetensi Utama

Layanan


Data EAR Bermanfaat untuk Pengembangan DSS LAPAN
02 Aug 2016 • Dibaca : 8403 x ,

LAPAN sebagai lembaga pemerintah yang menggeluti bidang penerbangan dan antariksa, mempunyai kepentingan dalam mengembangkan penelitian di bidang keantariksaan. Pada tahun 2001, LAPAN bekerja sama dengan Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH) Universitas Kyoto, Jepang, membangun dan mengoperasikan perangkat Equatorial Atmosphere Radar (EAR) yang berlokasi di Kototabang, Sumatera Barat.

EAR memberikan data atmosfer dan ionosfer secara lengkap dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi yang sangat mendukung ke penelitian. Radar tersebut berfungsi untuk pengamatan arah dan kecepatan angin tiga dimensi (Zonal, Meredinal dan Vertikal) pada ketinggian 1.5 km sampai 20 km. Radar tersebut juga berfungsi untuk pengamatan ketidakstabilan lapisan Ionosfer pada ketinggian di atas 90 km. EAR terdiri dari 560 buah Yagi antena yang beroperasi pada frekuensi 47 MHz, dengan power puncak saat transmisi adalah 100 kW. 

Dari sisi penelitian, EAR membantu untuk memahami dinamika atmosfer dan proses yang terjadi di daerah ekuator. Seperti halnya konveksi, Madden Julian Oscillation (MJO), monsun, tropopause breaking, plasma bubble, ireguralitas ionosfer, dan sebagainya.
Pemahaman berdasarkan data tersebut sangat bermanfaat untuk memahami mekanisme atmosfer di ekuator dan pengembangan model atmosfer di Indonesia, yang selanjutnya hal tersebut sangat mendukung Decision Support Systems (DSS), seperti contohnya kebijakan di bidang pertanian.

Pengembangan DSS LAPAN dapat menjadi daya ungkit pengguna (stakeholder) dalam hal melayani masyarakat. Salah satu DSS yang dikembangkan di LAPAN yaitu Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa). Sementara instansi terkait yang menjadi pengguna produk litbang LAPAN di bidang tersebut adalah BMKG, BNPB, Kementan, KKP, Kemenhub, ESDM, dan Kemenkes. Sementara di kalangan komunitas, EAR menjadi inspirasi penguasaan teknologi radar ke masyarakat nasional melalui kunjungan fasilitas.

Memasuki usia 15 tahun, data EAR telah bermanfaat tak hanya bagi masyarakat Indonesia, namun juga komunitas internasional. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menganalisa fenomena pemanasan global yang menjadi perhatian utama dunia. Fenomena pemanasan global masih menjadi perbincangan yang hangat masyarakat dunia, apakah pengaruh alam itu sendiri, atau lingkungan, dalam hal ini kebiasaan aktifitas manusia modern yang kurang bersahabat dengan lingkungan. 

Maka, pada ulang tahun ke-15 EAR, diselenggarakan simposium internasional untuk membahas hasil riset bidang tersebut dan pemanfaatannya untuk pembangunan, serta diskusi tentang perilaku atmosfer, radar, dan berbagai ilmu pengetahuan keantariksaan lainnya. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian peringatah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 yang puncak acaranya akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL