Kompetensi Utama

Layanan


15 Tahun Beroperasi di Indonesia, Data EAR Bermanfaat Bagi Dunia
Penulis : Tety • Media : Possore.com • 04 Aug 2016 • Dibaca : 6207 x ,

JAKARTA (Pos Sore) – Lima belas tahun sudah perangkat Equatorial Atmosphere Radar (EAR) beroperasi di Indonesia di belahan Kotoabang, Sumatera Barat. EAR hasil pengembangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Research Institute for Suistainable Humanosphere (RISH) Universitas Kyoto Jepang ini untuk memantau dinamika atmosfir di bumi.

“Selama ini masyarakat hanya tahu fungsi atmosfir saja, tetapi bagaimana dinamika atmosfir di bumi banyak yang tidak tahu. Nah, melalui radar ini kita dapat mempelajari dinamika atmosfir,” terang Kepala LAPAN Prof. Thomas Djamaluddin, di sela ‘perayaan’ 15 tahun EAR, di Jakarta, Kamis (4/8).

Thomas menambahkan, radar tersebut berfungsi untuk pengamatan arah dan kecepatan angin tiga dimensi (zona, meredinal, dan vertikal) pada ketinggian 1,5 km sampai 20 km. Selain itu, berfungsi untuk pengamatan ketidakstabilan lapisan ionosfer pada ketinggian di atas 90 km.

“EAR terdiri dari 560 buah Yagi antena yang beroperasi frekuensi 47 MHz, dengan power puncak saat transmisi adalah 100kW,” paparnya.

Dari sisi penelitian, EAR membantu untuk memahami dinamika atmosfer dan proses yang terjadi di daerah ekuator. Seperti halnya konveksi, Madden Julian Osciliation (MUO), monsun, tropopause breaking, plasma bubble, iregulatitas ionosfer, dan sebagainya.

“Pemahaman berdasarkan data tersebut sangat bermanfaat untuk memahami mekanisme atmosfet di ekuator dan pengembangan model atmosfer di Indonesia, yang selanjutnya hal tersebut sangat mendukung Decision Support Systems (DSS), seperti contohnya kebijakan di bidang pertanian,” ujarnya.

Pengembangan DSS LAPAN ini, lanjutnya, dapat menjadi daya ungkit pengguna dalam hal melayani masyarakat. Salah satu DSS yang dikembangkan di LAPAN yaitu Satellite Disater Early Warning System (Sadewa).

Sementara intansi terkait lainnya yang menjadi pengguna produk litbang LAPAN di bidang tersebut adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM dan Kementerian Kesehatan.

Di kalangan komunitas sendiri, EAR menjadi inspirasi penguasaan teknologi radar ke masyarakat nasional melalui kunjungan fasilitas.

Memasuki usia 15 tahun ini, data EAR telah bermanfaat tak hanya bagi masyarakat Indonesia, namun juga komunitas internasional. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menganalisa fenomena pemanasan global yang menjadi perhatian dunia.

“Fenomena pemanasan global masih menjadi perbincangan yang hangat masyarakat dunia, apakah pengaruh alam itu sendiri atau lingkungan, dalam hal ini kebiasaan aktifitas manusia modern yang kurang lingkungan bersahabat dengan,” paparnya.

Sumber :
http://possore.com/2016/08/04/15-tahun-beroperasi-di-indonesia-data-ear-bermanfaat-bagi-dunia/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL