Kompetensi Utama

Layanan


Lihat Galaksi Bima Sakti, Thomas Ajak Matikan Lampu Malam Ini
Penulis : Ida Ayu Made Sadnyari • Media : Tribun Bali • 06 Aug 2016 • Dibaca : 28493 x ,

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tanggal 6 Agustus hari ini ditetapkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai Hari Keantariksaan.
Terkait itu, LAPAN mengajak semua pihak, termasuk warga masyarakat, untuk berpartisipasi dalam kegiatan "Malam Langit Gelap" yang diadakan malam ini.
Menurut Ketua LAPAN, Thomas Djamaluddin, kegiatan “Malam Langit Gelap” adalah mematikan lampu selama satu jam pada 6 Agustus malam ini agar polusi cahaya di langit jadi sangat berkurang, dan kondisi lebih gelap.
Dengan demikian, maka peluang untuk dapat melihat gugusan bintang-bintang (rasi) di angkasa menjadi lebih besar.
Apalagi, musim kemarau Agustus biasanya langit tidak mendung.
"Aksi `Malam Langit Gelap` atau Dark Sky Night ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyelamatkan langit malam dari polusi cahaya sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung dengan ilmu keantariksaan. Mematikan lampu itu juga bisa menghemat energi,” kata Thomas seperti dikutip Antara, Jumat (5/8/2016).
Rinciannya, hari ini pada pukul 20.00 hingga 21.00 waktu setempat, LAPAN mengajak masyarakat untuk mematikan semua lampu di luar ruangan (sedapat mungkin termasuk lampu jalan). Cukup satu jam saja.
Saat itu ketika langit mulai gelap total (karena Matahari sudah jauh terbenam serta cahaya senja sudah menghilang) dan semua lampu luar ruangan kita matikan, maka polusi cahaya akan berkurang.
Dengan begitu, gugusan (rasi) bintang-bintang di langit atau galaksi tempat Bumi kita berada, yakni Galaksi Bima Sakti, akan terlihat lebih terang dari biasanya.
Di masa lalu, sebelum ada kompas dan satelit (beserta GPS sebagai alat turunannya), orang-orang kuno menggunakan bintang-bintang sebagai petunjuk arah dan bahkan pengaturan waktu bercocok tanam.
“Aksi `Malam Langit Gelap` ini dipilih agar masyarakat lebih mengenal sains keantariksaan, mengingat jika hanya bicara teknologinya akan sangat terbatas digunakan dan diikuti langsung oleh masyarakat. Salah-satu contoh nyata sains antariksa untuk publik adalah Gerhana Matahari Total 2016 lalu, yang diikuti seluruh masyarakat dunia," jelas Thomas.
Menurut Thomas, kalau kita berhasil meminimalisasi polusi cahaya selama satu jam (pukul 20.00 hingga 21.00), maka kita bisa melihat Galaksi Bima Sakti dengan ratusan miliar bintang di langit yang membentang dari Utara ke Selatan.
Jika besok langit cerah, kata Thomas, warga akan bisa melihat rasi Angsa (Cygnus) di langit Utara dengan Segitiga Musim Panas (Summer Triangle), serta tiga bintang terang di sekitar rasi Angsa: Vega, Deneb, dan Altair.
Di langit Selatan, kita bisa melihat rasi Layang-layang atau Salib Selatan (Crux) yang sering digunakan sebagai penunjuk arah Selatan.
Hampir di atas kepala, kita bisa saksikan rasi Kalajengking (Scorpious) dengan bintang terang Antares.
“Kita juga bisa menyaksikan planet merah Mars dan planet bercincin Saturnus besanding dengan bintang raksasa merah Antares,” terang Thomas.
Ia menyarankan, mereka yang ingin mengamati bintang-bintang dalam Galaksi Bima Sakti memilih tempat yang minim cahaya.
Warga yang tinggal di perkotaan bisa melihat langit malam di daerah pinggiran kota yang belum banyak lampu.
Ia menambahkan di Sumedang, Jawa Barat, warga bisa mengamati bintang-bintang di langit malam menggunakan teleskop yang ada di Loka Pengamatan Dirgantara Sumedang.
Tapi, mungkin tidak semua orang mengerti bagaimana cara untuk bisa melihat rasi bintang. Nah, berikut ini adalah cara mudahnya:
1. Cari lokasi yang minim polusi cahaya. Misalnya, di pegunungan atau perbukitan.
2. Bawa peta rasi bintang sebagai panduan.
3. Gunakan teropong, supaya lebih jelas.
“Mari berpartisipasi, dan ikut mengembalikan keindahan langit malam,” demikian ajakan LAPAN.(ant)


Sumber : http://bali.tribunnews.com/2016/08/06/lihat-galaksi-bima-sakti-thomas-ajak-matikan-lampu-malam-ini








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL