Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Paparkan Hasil Pemantauan Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB
08 Aug 2016 • Dibaca : 19377 x ,

LAPAN telah merancang misi riset untuk membangun dan mengembangkan satelit buatan sendiri dengan memulai rancang bangun satelit eksperimental. Satelit tersebut dikembangkan secara bertahap sampai dibangunnya satelit operasional. 

Satelit eksperimental dimulai dengan diluncurkannya satelit berukuran mikro, yaitu LAPAN-A1 pada tahun 2007. Menyusul kemudian, LAPAN-A2/LAPAN-ORARI yang diluncurkan pada 28 September 2015. Diikuti dengan suksesnya peluncuran Satelit LAPAN A3/LAPAN-IPB pada 22 Juni 2016. 

Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dapat mendeteksi seluruh data Automatic Identification System (AIS) yang berada di area dekat ekuator. Satelit dapat melintasi wilayah Indonesia, bahkan wilayah negara-negara ASEAN sebanyak 14 kali dalam sehari. Sedangkan Satelit LAPAN-A3 di orbit polar mampu memantau pergerakan kapal secara global yaitu mencakup seluruh dunia. 

Muatan AIS berfungsi untuk memantau pergerakan kapal besar yang melintas di wilayah maritim Indonesia. Dalam sehari, Satelit ini mampu menerima 2,4 juta pesan posisi kapal. Kini, data itu bisa diolah dalam dua jam. Identifikasi ini bermanfaat untuk mengetahui identitas kapal, termasuk jenis kapal niaga, pencari ikan, atau kapal pencuri ikan.

Data AIS diperbarui setiap 24 jam, dan saat ini sudah mulai digunakan oleh beberapa stakeholder baik instansi pemerintah maupun swasta, bahkan permintaan beberapa negara. Kedua data (gambar permukaan bumi dan AIS) diolah oleh stasiun bumi LAPAN yang berlokasi di Biak, Papua. 

Hingga saat ini, Satelit tersebut masih beroperasi dengan baik dan terus mengirimkan data baik dalam bentuk gambar maupun data AIS secara rutin. Selain memantau gerak kapal, fungsi lain Satelit untuk pencitraan rupa Bumi. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, satelit dilengkapi dengan video kamera analog dan kamera digital.

Satelit LAPAN A3/LAPAN-IPB membawa misi pemantauan lahan pertanian untuk peningkatan produktivitas pangan nasional. Menyempurnakan misi satelit sebelumnya, satelit ini melintas sebanyak 4 kali dalam sehari. Data yang diperoleh dikontribusikan untuk sektor pertanian, antara lain prediksi musim tanam, pemupukan, musim panen, dan prediksi hasil tanam. Selain itu, Satelit tersebut membawa misi pemantauan lalu lintas laut global serta pemantauan medan magnet bumi untuk keperluan penelitian lingkungan. 

Keberhasilan ini merupakan upaya nyata LAPAN dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Hasil pemantauan satelit tersebut dipaparkan dalam kegiatan Seminar Nasional “Hasil Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan Pasca Peluncuran Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB” pada 09 Agustus 2019 di Hotel Sahid Jaya, Surakarta. 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL