Kompetensi Utama

Layanan


Satelit LAPAN-A2/LAPAN-Orari Jangkau Komunikasi Amatir di Brasil
Penulis Berita : Humas/Zk • Fotografer : Humas/Zk • 09 Aug 2016 • Dibaca : 27679 x ,

Kesuksesan peluncuran Satelit LAPAN-A2/LAPAN-Orari (28 September 2015) dan Satelit LAPAN A3/LAPAN-IPB (22 Juni 2016) merupakan hasil dari upaya LAPAN meningkatkan daya saing bangsa. Hasil pemantauan satelit tersebut dibahas dalam Seminar dan Sosialisasi yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (09/08).

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dalam sambutannya mengatakan penguasaan teknologi satelit adalah hal yang mutlak dikuasai dalam membangun Indonesia yang maju dan mandiri. Penguasaan teknologi satelit bukan hanya untuk pemantauan, akan tetapi, di masa mendatang, teknologi ini akan digunakan untuk komunikasi dan penginderaan jauh. Berikutnya, Satelit eksperimen LAPAN A-4 dan A-5 direncanakan diluncurkan tahun 2018 dan 2020. Momentum tersebut akan menutup proses rancang bangun satelit dengan seri A. Setelah itu, akan dimulai pengembangan teknologi satelit operasional seri B. LAPAN optimis terhadap pembangunan satelit komunikasi, namun hal itu membutuhkan anggaran sekira 1,5 triliun.

Lebih lanjut, Kepala LAPAN menambahkan, melalui kegiatan kali ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat, sehingga kerja sama yang dibangun dengan instansi dan perguruan tinggi terkait semakin saling memperkuat untuk tujuan meningkatkan kemandirian bangsa.

Kepala Pusat Teknologi Satelit, Abdul Rahman mengatakan seminar tersebut merupakan kegiatan ilmiah tahunan, yang diselenggarakan sebagai sarana bertukar ilmu pengetahuan, informasi, dan pengalaman di antara para pemangku kebijakan dan praktisi teknologi satelit, terhadap berbagai perkembangan terkini bidang Iptek dan pemanfaatannya. Kegiatan rutin ini diselenggarakan sejak diluncurkannya Satelit LAPAN-A1/Tubsat, yang sukses mengorbit awal 2007.

Sementara, seminar tersebut memaparkan di antaranya, data Satelit LAPAN-A2/LAPAN-Orari yang sudah dimanfaatkan untuk keperluan bencana alam dan pemantauan banjir di Solo. Di samping itu, sinyal LAPAN –A2/LAPAN-Orari dapat diterima dengan jelas dan bersih oleh stasiun amatir radio di Brasil. Sedangkan status LAPAN-A3/LAPAN-IPB masih dalam posisi Launch Early Orbit Pass (LEOP), yaitu dalam tahap pengujian kalibrasi sensor dan pengujian sub sistem. Diperkirakan, Januari 2017 satelit ini sudah dapat melayani kebutuhan pengguna. 

Seminar dan sosialisasi dihadiri sejumlah 200 undangan, yaitu perwakilan kementrian/lembaga, lingkungan akademisi, peneliti/perekayasa, serta pemerhati perkembangan teknologi satelit. Tujuh makalah dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Materi yang dibahas antara lain pengoperasian, pemanfaatan data AIS, data ORARI dan pengembangan teknologi satelit. 



Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan seremonial penandatanganan naskah kerja sama LAPAN dengan Universitas Negeri Sebelas maret (UNS). Rektor UNS, Ravik Karsidi mengungkapkan, UNS sangat berminat menjalin kerja sama dengan LAPAN karena banyaknya potensi yang dapat digali untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Di mana, kampus ini memiliki sekira 1.800 tenaga pengajar untuk 36.000 mahasiswa dengan berbagai bidang jurusan, seperti matematika, fisika, informatika, teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, dan geografi untuk penginderaan jauh. Potensi ini dapat mendukung tujuh program utama LAPAN dalam upaya mempercepat pembangunan nasional dengan terwujudnya kemandirian bangsa. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL