Kompetensi Utama

Layanan


Rapat Perdana Komite TI LAPAN: Pustispan Implementasikan ISO 20000 dan ISO 27001
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 22 Aug 2016 • Dibaca : 9761 x ,

Suasana Rapat Kerja Komite Teknologi Informasi LAPAN

Berdasarkan Keputusan Kepala LAPAN Nomor 162 Tahun 2016, telah dibentuk Komite Teknologi Informasi (TI) LAPAN. Rapat perdana berlangsung pada Senin (22/08), di Ruang Antariksa, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Rapat kerja ini dibuka oleh Sekretaris Utama LAPAN, selaku Ketua Komite TI LAPAN, I.L. Arisdiyo. Pertemuan ini sekaligus menjadi forum sosialisasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi. 

Dalam arahannya, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyampaikan Komite TI LAPAN dibentuk sesuai dengan tuntutan perkembangan TI di LAPAN, dalam upaya meningkatkan kinerja sesuai standar pengelolaan TI di lingkup global. “LAPAN sudah punya visi besar, yaitu menjadi Pusat Unggulan Penerbangan dan Antariksa dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Untuk mencapainya, maka perlu penguatan kompetensi layanan secara standar, salah satunya layanan TI,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program utama LAPAN untuk mewujudkan layanan publik yang prima. Thomas berharap, kebijakan-kebijakan TI mulai disusun dengan lebih baik lagi secara sistematis, tidak lagi amatiran. “Kita harus berpikir secara terintegrasi di seluruh LAPAN, meskipun sistem di setiap satuan kerja di LAPAN sudah ada,” ujarnya.

Meskipun dengan memberikan layanan secara terbuka, namun informasi yang bersifat strategis menyangkut kepentingan LAPAN harus diberikan perlindungan. “Fungsi pengelola TI tidak sekadar membuat sistem, akan tetapi juga menjaga dari oknum penggunaan ilegal maupun peretasan sistem,” imbuhnya.

Menurut Kepala LAPAN, menggunakan TI sudah menjadi hal yang mutlak. Bahkan kini, orang mencari informasi tidak lagi bersusah payah mengunjungi kantor yang membuat informasi tersebut. Fungsi sistem yang dibentuk dalam dunia TI menyajikan informasi yang mudah dan cepat diakses, ditemukan, dan dicari serta informasi tersebut bermanfaat.

LAPAN memberikan layanan data ke pengguna di tingkat kementerian/lembaga, bahkan sampai ke tingkat provinsi bahkan kabupaten dan kota. Maka butuh sistem manajemen TI yang kuat, dalam hal ini lebih andal dan aman. Ia berharap, agar seluruh unit yang ada di LAPAN dapat bersinergi dengan membangun kebijakan terpusat, dengan pengelolaan lokal yang terintegrasi di seluruh satuan kerja.

Kasubdit Budaya Keamanan Informasi Kementerian Kominfo, Intan Rahayu memaparkan substansi dari Peraturan Menteri Kominfo terkait pengelolaan TI. Intan menjelaskan, di dalam mengelola TI perlu adanya manajemen keamanan informasi. Hal tersebut untuk menjaga aset dari ancaman dan serangan (exploit). Aset dalam hal ini adalah informasi yang memiliki nilai dan harus dilindungi dengan tepat. Agar pengelolaan TI berjalan sesuai standar, ia menyampaikan juga tentang panduan umum tata kelola teknologi informasi dan komunikasi yang berlaku secara nasional.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pustispan) LAPAN, Chusnul Tri Yudianto menjelaskan latar belakang dibentuknya Komite TI. Sejarah tersebut bermula pada 2014 dengan diperolehnya sertifikat standar layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) LAPAN. Selanjutnya, 2015, mulai dibentuknya organisasi baru LAPAN yang telah menetapkan Pustispan sebagai unit yang melakukan pelayanan TI, maka disusunlah dokumen ISO 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi. 

“Tahun ini Pustispan mengimplementasikan ISO 27001, seiring juga implementasi dan sertifikasi terhadap ISO 20000 tentang manajemen layanan TI,” paparnya. Dengan penetapan Komite TI, menjadi langkah awal yang baik dalam melakukan penataan TI di LAPAN. “Komite berfungsi untuk mengarahkan informasi di lapangan dan yang terjadi di level manajemen. Kita tahu, bahwa menata informasi adalah sesuatu yang cukup kompleks dan diimplementasikan dalam waktu yang tidak singkat. Dengan adanya sertifikasi dan penetapan Komite, diharapkan penerapan layananan TI berjalan lebih mudah,” tegasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Herison Metinaro, sebagai Konsultan dari PT. Catur Daya Solusi, bahwa pengelolaan TI dibuat standar untuk menata pelayananan kepada pemilik layanan. LAPAN telah mengimplementasikan ISO 20000 dan ISO 27001 dalam menerapkan sistem manajemen, untuk menjembatani beberapa permasalahan yang umum terjadi dalam pengelolaan TI. Dengan dikantonginya sertifikat tersebut, menjadi upaya LAPAN dalam melakukan peningkatan infrastruktur dan kompetensi SDM dalam hal pengelolaan TI. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL