Kompetensi Utama

Layanan


Komurindo-Kombat: Mahasiswa Diharapkan Mampu Membuat Satelit Kecil
Penulis Berita : Humas/ZK • Fotografer : Humas/Sgd • 26 Aug 2016 • Dibaca : 27669 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menekan tombol peluncur roket untuk membuka kompetisi komurindo

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin membuka agenda tahunan Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat). Kompetisi berlangsung di Lanud TNI-AU, Pameungpeuk, Garut, Jumat (26/8). Kegiatan ini juga dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada 10 Agustus dan Hari Keantariksaan pada 6 Agustus.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Komurindo dan Kombat merupakan bagian dar edukasi public. Tujuannya yaitu untuk mendorong mahasiswa berkreasi dan memahami konsep teknologi antariksa khususnya teknlogi satelit, seperti sensor pengirim gelombang radio dan instrument lainnya. Thomas meginginkan, suatu saat mahasiswa akan dilibatkan membuat satelit kecil, untuk itu LAPAN sudah bekerjasama dengan badan antariksa Jepang, JAXA.

Kepala LAPAN berharap, di masa depan, pantai Santolo dapat dijadikan sebagai pusat wisata ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Ada beberapa agenda tahunan yang akan diselenggaakan oleh LAPAN di Pameungpeuk, Garut selain Komurindo-Kombat. Kegiatan tersebut antara lain peluncuran roket sonda LAPAN dan malam langit gelap. Kegiatan seperti itu memiliki nilai positif dalam peningkatan kunjungan wisata edukasi ke Pantai Santolo.

Guna menunjang kegiatan pariwisata edukasi tersebut, LAPAN nantinya juga berencana membangun pusat edukasi iptek penerbangan dan antariksa yang terdiri ruang pameran dan mini observatorium. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui hasil penelitian yang dilakukan LAPAN. Kegiatan tersebut bukan semata-mata kegiatan iptek saja melainkan juga untuk memberdayakan potesi masyarakat Garut.

Lebih lanjut, Thomas menambahkan bahwa dengan adanya pusat edukasi tersebut, masyarakat tidak saja dapat bersenang-senang di Pantai Santolo, tetapi sekaligus memperoleh ilmu pengetahuan. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan berbagai pihak seperti Pemerintah Kabupaten Garut dan pimpinan Lanud TNI-AU di Pamuengpeuk sehingga potensi yang ada di Garut dapat menjadi potensi nasional.

Rencana Kepala LAPAN tersebut mendapat dukungan dari wakil bupati Garut, dr. Helmi Budiman. Ia menyatakan bahwa keberadaan LAPAN di pantai Santolo dapat membangun potensi wisata edukasi. Hal ini akan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Garut, khususnya Pameungpeuk.

Sebelum peresmian Komurindo dan Kombat, juga diadakan uji dimensi dan uji fungsi menggunakan alat uji getar terpadu dan uji statistik bagi para peserta, yang di lanjutkan dengan integrasi muatan roket. Ketua Panita Komurindo Kombat, Christianus R. Dewanto, menyebutkan bahwa peserta yang berpartisipasi pada tahun ini sebanyak 19 tim dari kategori muatan roket, 24 tim dari kategori roket EDF, dan 16 tim dari kategori kompetisi muatan balon atmosfer. Total peserta mencapai 236 orang. Setiap tim terdiri dari tiga orang mahasiswa dan satu orang dosen pembimbing.

Peluncuran balon atmosfer pertama dimulai pukul 06.00 WIB dan dilanjutkan dengan peluncuran kedua pukul 06.35 WIB. Ke-16 peserta Kombat mampu melacak muatan komunikasi yang dibawa balon pada ketinggian 10 km.


Peluncuran Balon Atmosfer yang membawa muatan para peserta kompetisi.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL