Kompetensi Utama

Layanan


Lapan jelaskan soal fenomena bulan kembar di langit malam ini
Penulis : Yulistyo Pratomo • Media : Merdeka.com • 29 Aug 2016 • Dibaca : 12801 x ,

Merdeka.com - Masyarakat seluruh Indonesia mendapatkan pesan beruntun mengenai akan munculnya fenomena alam berupa bulan kembar. Fenomena ini disebut-sebut hanya akan terjadi selama 270 tahun sekali, di mana berikutnya terjadi pada 2287 mendatang.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan pesan tersebut merupakan kabar informasi hoax. Pesan tersebut telah beredar sejak tahun 2003 lalu, dan terus diulangi kembali di tanggal yang hampir bersamaan.

"Itu berita bohong. Berita itu sudah tersebar sejak 2003 lalu. Selalu setiap tahun tanggal 27," ujar Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin saat dihubungi merdeka.com, Senin (29/8).

Fenomena tersebut memang pernah terjadi saat pesan berantai itu pertama kali tersebar di media sosial. Ketika itu, mars berada dekat dengan bumi dan ukurannya lebih besar dibandingkan biasanya, namun tidak sampai menyamai bulan.

"Saat itu Mars memang mengalami purnama, tapi terus ada yang memanfaatkan, purnama Mars dan bulan dianggap sama. Padahal ukuran Mars seperti titik cahaya, jauh lebih kecil dengan purnama bulan. Dan untuk skrg tidak ada purnamanya. Sudah jelang akhir bulan, sudah masuk bulan tua," jelas Thomas.

Fenomena tersebut tidak akan terjadi lagi dalam waktu dekat, dan tidak beredar setiap tahun seperti pesan berantai tersebut. Ada beberapa syarat di mana agar kejadian serupa bisa terulang kembali.

"Jadi jarang terjadi dan saya lupa kapan lagi akan berulang. Tapi yang jelas tidak setiap tahun seperti saat ini," lanjutnya.

Tanpa menanti ratusan tahun, fenomena kemunculan mars sendiri bisa terjadi setiap hari selama posisi Mars searah dengan matahari. Kemunculan ini hanya terlihat pada malam hari, layaknya bintang-bintang di langit.

"Seperti bintang merah. Kalau malam ya bisa dilihat, sekarang ini bisa lihat. Terutama malam hari, antara bulan Agustus-September ini bisa dilihat," pungkasnya.

Pernyataan Lapan ini sekaligus membantah pernyataan pengamat astronomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rudy Yuwono menyebut akan ada fenomena berupa bulan kembar di langit. Fenomena langka ini akan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, di mana jarak bumi ke planet Mars dalam posisi terdekat.

"Karena itu jangan lupa melihat fenomena alam ini. Selasa (29/8) pukul 00.30 malam. Karena Anda akan melihat 'dua bulan' di langit," kata pengamat astronomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rudy Yuwono, Senin (28/8).

Peristiwa ini, kata Yuwono, hanya akan terjadi lagi pada tahun 2287 nanti. Peristiwa langka itu akan kembali terjadi setiap 270 tahun.

"Orang-orang yang hidup sekarang tidak akan pernah mempunyai kesempatan lagi untuk melihat kejadian ini," katanya.

Jarak Bumi dan Mars sekitar 40 juta mil atau sekitar 56 juta kilometer. Artinya, jarak keduanya sekitar 170 kali jarak Bumi ke Bulan. Sekarang Mars berada di posisi 34,65 juta mil.

Sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/lapan-jelaskan-soal-fenomena-bulan-kembar-di-langit-malam-ini.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL