Kompetensi Utama

Layanan


ISAST 2016, Media Pertukaran Informasi Riset Bidang Penerbangan dan Antariksa
15 Sep 2016 • Dibaca : 36412 x ,

LAPAN menyelenggarakan International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) ke-4 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tanggal 20-22 September 2016. ISAST adalah seminar internasional hasil pengembangan dari Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan). Seminar ini sebagai wadah pertukaran informasi berkaitan dengan penelitian dan pengembangan sains dan teknologi dirgantara baik dari universitas, institusi, dan industri, untuk mendiskusikan topik-topik terkini dan perkembangannya di masa mendatang, khususnya teknologi antariksa dan pemanfaatannya. Seminar diselenggarakan oleh Kedeputian Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN bekerjasama dengan Universitas Negeri Mataram dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kegiatan diselenggarakan dengan tujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah di tingkat internasional, yang merupakan bagian dari capaian Indeks Kinerja Utama (IKU) kedeputian tersebut. 

ISAST kali ini mengusung tema "Pengembangan Teknologi Penerbangan dan Antariksa dalam Mendukung Pemantauan Maritim", sedangkan Topik pembahasan secara umum mencakup Aerodinamika, astrodinamika, propulsi, struktur ringan, propelan, avionik, dinamika terbang, kontrol jelajah, teknologi roket, teknologi satelit, teknologi pesawat terbang, sensor terbang, dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum yang strategis bagi LAPAN untuk menyebarluaskan informasi capaian keberhasilan pembangunan satelit. Sampai saat ini, LAPAN telah meluncurkan tiga satelit ke orbit. Pertama, Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSAT diluncurkan pada tahun 2007. Selanjutnya, Satelit LAPAN–A2/LAPAN-ORARI diluncurkan pada tanggal 28 September 2015. Satelit generasi kedua ini membawa misi observasi bumi, pemantauan maritim, dan komunikasi amatir. Kemudian, Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB diluncurkan pada tanggal 22 Juni 2016. Satelit ini memiliki tiga fungsi, pemantauan permukaan bumi, khususnya lahan pertanian, pemantauan kapal laut, dan pengukuran medan magnet. 

Capaian produk litbang LAPAN di bidang teknologi satelit sangat besar artinya bagi kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk masa mendatang. LAPAN juga melakukan litbang roket sonda yang dipersiapkan sebagai Roket Peluncur Satelit (RPS). Kaitan keduanya, suatu saat LAPAN mampu meluncurkan satelit secara mandiri dari wilayah Indonesia, menggunakan roket sendiri. Hal ini untuk melepas ketergantungan Indonesia dengan pihak asing.

ISAST 2016 menghadirkan lima pembicara tamu, yaitu Jaxa (Jepang), Konkuk University (Korea Selatan), Chiba University (Jepang); Beihang University (China), Shibaura Institute of Technology (Jepang). Sedangkan LAPAN akan memaparkan sejumlah 31 makalah, berkaitan dengan penelitian penerbangan, UAV, elektronika, propelan, Roket, rancang bangun satelit militer, dan Search and Rescue (SAR) tentang berbagai topik yang mendukung program penelitian LAPAN. 

Seminar ISAST 2016 dihadiri 200 peserta, anatara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rektor Universitas Mataran, serta para pakar dan akademisi yang mempunyai kepedulian dan minat di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Kegiatan Seminar ISAST 2016 diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. 

Agenda Seminar ISAST 2016 dilengkapi dengan penyelenggaraan pameran dengan menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa LAPAN. Tampilan tersebut menjadi media informasi LAPAN kepada publik, baik stakeholder, para peneliti, maupun mahasiwa, untuk menambah wawasan sehingga mereka dapat memanfaatkan hasil Litbang LAPAN tersebut. 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL