Kompetensi Utama

Layanan


Investigasi dan Serah Terima Benda Jatuh Antariksa: LAPAN akan Tindak Lanjuti Kepemilikan Benda Jatuh Antariksa di Sumenep
Penulis Berita : Humas/EK • Fotografer : Humas/EK • 30 Sep 2016 • Dibaca : 11175 x ,

Peneliti LAPAN sedang melakukan investigasi terhadap benda jatuh antariksa yang ditemukan di Sumenep

Kabupaten Sumenep dihebohkan dengan jatuhnya beberapa benda antariksa. Benda jatuh antariksa tersebut tersebar di beberapa titik di Pulau Giligenteng dan Pulau Giliraja, Sumenep, Jawa Timur, tepat pada tanggal 26 September 2016. Benda-benda tersebut menimpa rumah, kandang sapi, dan peraian sekitar Pulau Giliraja.

Dampak adanya peristiwa tersebut, masyarakat di sekitar peraiaran Pulau Giliraja tidak berani melakukan penangkapan ikan di laut. 

Menurut sistem pemantauan benda jatuh antariksa yang dioperasikan di Pusat Sains Antariksa LAPAN (orbit.sains.lapan.go.id), pada hari tersebut terdapat dua benda antariksa yang diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura, yakni bekas roket Delta 2 PAM-D yang melintas sekira pukul 6.30 WIB dan bekas roket Falcon 9 yang melintas sekira pukul 9.30 WIB. Benda antariksa tersebut diperkirakan jatuh ke permukaan bumi pada tanggal 26 September 2016, hal ini bertepatan dengan laporan yang disampaikan oleh warga Sumenep tentang jatuhnya benda antariksa. 

LAPAN sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan penerbangan dan antariksa, merespon dengan cepat terhadap peristiwa tersebut. Maka, dikirim Tim Investigasi yang terdiri dari personil Biro KSHU, Pusat Sains Antariksa, dan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pasuruan, Selasa (27/09). Tim tersebut terjun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran kejadian yang telah disampaikan kepada publik melalui media cetak maupun media elektronik. Tim selanjutntya mengidentifikasi benda jatuh tersebut berdasarkan hasil pemantauan LAPAN terhadap kemungkinan salah satu benda antariksa jatuh di Pulau Madura. 

Dalam melaksanakan investigasi, Tim LAPAN mendapat dukungan penuh baik finansial maupun moril dari Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, dan jajarannya, mulai dari peninjauan lokasi jatuhnya benda antariksa hingga melakukan identifikasi kebenaran sistem pemantau LAPAN terhadap benda antariksa yang melintas di wilayah Kedaulatan Republik Indonesia. 

Hasilnya, ditemukan bekas roket Falcon 9 yang jatuh di tiga tempat tersebut, mengarah pada prediksi jatuh di atas Pulau Madura. Untuk memberikan jaminan keamanan terhadap benda jatuh antariksa yang telah dievakuasi dan disimpan oleh pihak Polres Sumedang, Tim Investigasi LAPAN bekerja sama dengan BAPETEN untuk mengukur tingkat paparan radiasi nuklir dari benda jatuh antariksa tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa benda tersebut tidak terpapar radiasi nuklir, sehingga masyarakat Sumenep diharapkan tidak perlu takut untuk beraktivitas kembali baik mencari ikan maupun pekerjaan lain.

Kegiatan Tim Investigasi tersebut sesuai dengan amanat UU No 21 Tahun 2013, Pasal 59. Disebutkan bahwa untuk tujuan keamanan dan keselamatan, serta kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, setiap benda jatuh antariksa di wilayah kedaulatan dan wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib diserahkan kepada lembaga yang berwenang mengelolanya. maka Kapolres Sumedang menyerahkan 4 (empat) benda jatuh yang telah ditemukan di wilayah Sumedang, berupa tiga (3) tabung besar dan satu (1) panel kelistrikan kepada pihak LAPAN. Penyerahan ini disaksikan oleh jajaran Polres Sumedang dan media masa, pada pukul 12.30 WIB (29/09) di Kantor Polres Sumedang. Jika benda jatuh antariksa tersebut milik asing, maka LAPAN akan menindaklanjuti sesuai dengan perjanjian internasional yang berlaku.







Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL