Kompetensi Utama

Layanan


Diskusi Paralel Guna Tentukan Bahan Rintisan Kerja Sama Indonesia-Perancis
Penulis Berita : Humas/And-AP • Fotografer : Humas/EN • 04 Oct 2016 • Dibaca : 28389 x ,

Suasana pemaparan dalam diskusi paralel Workshop Internasional Indonesia - Perancis

Workshop tingkat internasional yang dibangun pertama kalinya oleh LAPAN dengan menggandeng Centre National d’Etudes Spatiales (CNES), Perancis, berlangsung tanggal 3-4 Oktober 2016 di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Perancis, dalam upaya peningkatan kualitas bangsa melalui peran kerja sama di tingkat internasional, terutama bidang keantariksaan.

Kegiatan hari pertama workshop kali ini diisi dengan paparan dan diskusi yang terbagi ke dalam empat sesi paralel. Adapun tema khusus yang dibahas dalam masing-masing sesi adalah pendidikan dan pengetahuan, aplikasi penginderaan jauh untuk kebencanaan, aplikasi penginderaan jauh untuk sumber daya alam, serta teknologi. 

Sesi paralel 1, diisi dengan materi yang disampaikan oleh pembicara dari Institut Aeronautique et Spatial (IAS), Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, The Institut Superieur de l’Aeronautique et de l’Espace (ISAE), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Airbus, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Beberapa tema yang dibahas sesi ini antara lain terkait pelatihan profesional, TBC, pengenalan program akademik dan penelitian, citra satelit Airbus dan aplikasinya, serta terkait sistem pemantauan wilayah Indonesia untuk kesejahteraan bangsa.

Pada sesi paralel 2, tema yang dibahas adalah pemantauan subsiden (CLS), penelitian lahan gambut dikaitkan dengan kandungan gas dan aerosol (IPB), pemantauan sistem vulkanik (IRD), pemanfaatan citra satelit untuk meminimalkan risiko terhadap kebencanaan (UGM), analisis penyakit dinamis (Universitat Montpellier), dan Aplikasi penginderaan jauh untuk pemantauan kebencanaan (LAPAN).

Di dalam sesi paralel 3, Salah satu pemaparan disampaikan oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti. Ia menjelaskan hasil litbangyasa bidang teknologi penginderaan jauh LAPAN serta pemanfaatannya, sebagai contoh stasiun bumi yang berada di Pare-Pare, Rumpin, dan Biak. Dari stasiun bumi tersebut, akan didapatkan data penginderaan jauh. Ia juga menjelaskan tentang bagaimana mendapatkan, memproses, dan sistem distribusi dari data penginderaan jauh tersebut. Termasuk juga, paparannya terkait pemanfaatan data inderaja, antara lain untuk pemantauan fase pertumbuhan padi, monitoring permukaan air danau, dan sebagainya.

Dalam paparannya, Orbita menjelaskan kerja sama LAPAN dengan kementerian, lembaga, serta swasta dalam memanfaatkan data penginderaan jauh. Ia juga menyebutkan rencana LAPAN pada tahun 2019, yaitu menyediakan data penginderaan jauh seluruh provinsi di Indonesia yang berjumlah 33 (sesuai dengan pemenuhan kebutuhan seluruh provinsi).

Diskusi dalam sesi paralel 4 membahas tentang teknologi. Beberapa pemaparan disampaikan, yaitu bidang kerja sama di Airbus, penjelasan terkait propulsi cair dan pengujian terowongan angin di ONERA, wahana peluncur, serta beberapa pemaparan tentang laboratorium yang khusus dibangun untuk mengembangkan konsep-konsep baru bernuansa teknologi. 

Pada sesi ini, Wahyudi Hasbi (LAPAN), menyampaikan tentang teknologi satelit yang dikembangkan LAPAN untuk mendukung pemantauan maritim. Wahyudi menyampaikan tentang proses pembangunan satelit eksperimental LAPAN, khususnya LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang mempunyai hubungan khusus dalam meningkatkan teknologi di bidang maritim. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kedua satelit milik LAPAN ini membawa muatan Automatic Identification System (AIS) yang berfungsi untuk pemantauan global wilayah kemaritiman Indonesia, dalam hal ini lalu lintas kapal. 

Berbagai masukan di dalam diskusi yang terjalin intensif tersebut, rencananya akan dirangkum untuk diinventarisir peluang-peluang kerja sama kedua pihak, baik Indonesia maupun Perancis. Sebagaimana penjelasan Deputi Bidang Penerbangan dan Antariksa saat pleno, bahwa kegiatan-kegiatan kerja sama yang sudah ada agar bisa lebih ditingkatkan lagi, dan tentu saja membuka peluang baru kerja sama di bidang lainnya. “Selanjutnya, rangkuman dari diskusi di setiap sesi akan dijadikan bahan untuk pertemuan esok hari, guna pembahasan rencana kerja sama dengan lebih intensif lagi,” ujarnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL