Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Antariksa untuk Kemaslahatan Masyarakat
Penulis : Adnan Buchari • Media : Tempo.co.id • 04 Oct 2016 • Dibaca : 29870 x ,

KOMUNIKA, Jakarta – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memiliki empat pilar utama yaitu sains antariksa dan atmosfer, penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, dan kebijakan penerbangan dan antariksa.

"Untuk mencapai kekuatan pilar tersebut, LAPAN mempunyai tujuh program utama, yang pelaksanaannya dijabarkan ke dalam kegiatan-kegiatan riset penerbangan dan antariksa, dengan rencana program 25 tahun mendatang," ujar Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin workshop di Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016.

Thomas mengenalkan produk riset LAPAN antara lain rencana pembangunan observatorium di Kupang Nusa Tenggara Timur, keberadaan fasilitas Radar Atmosfer Ekuator di Agam Sumatera Barat, dan Sadewa sebagai sistem informasi untuk peringatan dini bencana berbasis teknologi satelit.

LAPAN juga tengah melakukan pengembangan teknologi pesawat tanpa awak yang dikenal dengan LAPAN Surveillance UAV (LSU) dan pesawat transportasi, riset teknologi peroketan, serta pembangunan satelit eksperimental yang akan dikembangkan hingga satelit operasional.

Workshop dengan tema “Indonesia-France Workshop in Aerospace Technology: Advancing Indonesia Capacity through International Cooperation” adalah yang pertama kali diselenggarakan bekerja sama dengan Centre National d’Etudes Spatiales (CNES), Perancis.

"Kami menganggap Indonesia mempunyai spesialisasi yang menarik dalam hal kondisi geografisnya,” kata Perwakilan CNES, Donato Giorgi. Alasan lain menurut Giorgi adalah hubungan erat sejak 2012, bahwa Indonesia sebagai partner yang penting untuk Perancis untuk subyek kegiatan keantariksaan.

“Teknologi keantariksaan adalah hal yang penting untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya bagi para insinyur teknik keantariksaan, “ ujar Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze.

Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti, Hari Purwanto mengatakan adanya 4.300 universitas dengan 7,5 juta mahasiswa di Indonesia serta 11 universitas dengan level internasional, menjadi modal dasar pendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Untuk itu, ia berharap dengan melibatkan perguruan tinggi dalam workshop ini dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bidang keantariksaan serta memperluas kerja sama untuk meningkatkan keuntungan kedua belah pihak.


Sumber :
https://www.tempo.co/read/news/2016/10/04/273809544/teknologi-antariksa-untuk-kemaslahatan-masyarakat








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL