Kompetensi Utama

Layanan


Rapat Penjajakan Kerja Sama Indonesia-Perancis: Tantangan Baru LAPAN Menghadapi Perbedaan Skala Teknologi
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 05 Oct 2016 • Dibaca : 33910 x ,

Suasana Rapat Penjajakan Kerja Sama Indonesia - Perancis

Selasa (04/10), bertempat di Ruang Jayakarta Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, LAPAN melakukan koordinasi dalam rangka penjajakan kerja sama Indonesia-Perancis. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut hasil pemaparan hari pertama workshop Indonesia-Perancis bidang teknologi antariksa. Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya identifikasi kebutuhan kerja sama kedua pihak. Berdasarkan bidang-bidang kerja sama yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus kegiatan kali ini dilakukan untuk mengidentifikasi mitra kerja sama yang cocok.

Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, bertindak sebagai pimpinan delegasi Indonesia. Hadir dalam pertemuan jajaran pejabat LAPAN, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pertemuan dua pihak ini diawali dengan membandingkan kerangka kerja sama. LAPAN menyampaikan kebutuhan kerja sama dengan tabel kebutuhan kerja sama masing-masing satuan kerja (satker) yang ada di LAPAN. Sedangkan pihak Perancis memaparkan kebutuhan berdasarkan sudut pandang tematis bidang kerja sama. Usai menyampaikan kebutuhan masing-masing, selanjutnya dilakukan perincian garis besar kebutuhan dari kedua konsep, baik dari pihak LAPAN maupun Centre National d’Etudes Spatiales (CNES). Kemudian keduanya melakukan identifikasi mitra-mitra yang bakal terlibat dalam rencana kerja sama.

Menurut Kepala Bagian Kerja Sama LAPAN, Leo Rijadi, garis besar pertemuan ini dikelompokkan ke dalam dua kegiatan, yaitu capacity building (termasuk degree, non-degree, dan kerja sama riset) dan bantuan teknis, juga tenaga profesional pengoperasian alat maupun sistem. Untuk kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia LAPAN akan memperoleh dukungan dari mitra pihak Perancis seperti IAS, ISAE-SUPAERO, CNES, dan universitas. Kemudian untuk mendukung kegiatan teknis operasional LAPAN didukung oleh TAS dan Airbus.

Untuk mengintensifkan rapat awal penjajakan, maka tahap selanjutnya akan dilakukan komunikasi yang lebih erat antar mitra yang sudah teridentifikasi, untuk merumuskan kegiatan kerja sama. Maka, LAPAN segera menyusun dokumen Perjanjian Kerja Sama atau Implementing Arrangement, termasuk hal-hal mengenai mobilitas personil, penjadwalan, identifikasi milestone, dan sumber pendanaan.

Menariknya, di dalam rancangan kerja sama kedua negara ini, memang ada perbedaan skala teknologi antara LAPAN dan CNES. Contoh perbedaan tersebut antara lain, LAPAN ingin mengembangkan mikro dan small satellite, sementara CNES berpengalaman di satelit besar, kemudian LAPAN ingin mendalami UAV, sedangkan Airbus sudah mengoperasikan pesawat penumpang komersil. Contoh lainnya lagi adalah LAPAN ingin meningkatkan penguasaan sounding roket, sedangkan roket CNES sudah sangat jauh daya jangkaunya.

Sementara untuk pelaksanaan kegiatan bidang pendidikan atau edukasi bergelar, personil LAPAN tetap wajib mengikuti seleksi atau kompetisi proposal, sama dengan peserta lain. Artinya, kegiatan tersebut tetap berjalan tanpa adanya payung atau kerangka kerja sama.

Penjajakan kali ini merupakan pengalaman baru bagi LAPAN untuk menyatukan persepsi kedua pihak, agar ditemukan sinergitas kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL