Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Kembalikan Benda Jatuh Antariksa Milik Amerika
Penulis Berita : Humas/Riri • Fotografer : Humas/Riri • 07 Oct 2016 • Dibaca : 5913 x ,

Kepala LAPAN didampingi jajaran pejabat LAPAN sedang menunjukkan bagian dari pecahan roket Falcon 9 yang jatuh di Sumenep ke perwakilan SpaceX

Jumat (07/10), LAPAN menyelenggarakan konferensi pers mengenai jatuhnya benda antariksa di Sumenep, Jawa Timur yang terjadi pada tanggal 26 September 2016. Dalam acara tersebut sekaligus dilakukan serah terima benda tersebut kepada Director Commercial Sales Space Exploration Technologies Coorporation (SpaceX), Ryan Wiltshire. Pihak SpaceX menginginkan seluruh benda yang ditemukan tersebut dibawa kembali ke Amerika.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa benda jatuh antariksa ini merupakan benda jatuh ke-4 di Indonesia yang sudah terindentifikasi, dan sebagian dikoleksi oleh LAPAN. Benda jatuh pertama tahun 1981 berupa tabung bahan bakar roket milik rusia yang jatuh di Gorontalo. Tahun 1988 objek serupa, yaitu tabung bahan bakar roket milik rusia jatuh di Lampung. Kemudian tahun 2003 jatuhnya pecahan roket RFX. Baru saja, tanggal 26 September 2016, ditemukan tiga tangki yang merupakan Composite Overwrapped Pressurized dan satu terminal panel listrik yang merupakan bagian dari bekas Roket Falcon 9 milik Amerika. 

Benda tersebut jatuh di tiga titik jatuh di daerah Pulau Giliraja dan satu titik jatuh di Pulau Giligenteng. Benda- benda tersebut jatuh di darat dan tidak ada korban dalam kejadian ini. Sampai saat ini, LAPAN hanya mampu mendeteksi lintasan jatuhnya benda tersebut, sementara titik jatuhnya tidak dapat di ketahui secara tepat. Jadi prediksi untuk benda jatuh ini tidak dapat diantisipasi.

Setelah bagian dari roket tersebut jatuh, Pihak SpaceX segera menghubungi Pihak LAPAN. Peneliti LAPAN, Rorom, yang pada saat itu melakukan identifikasi di lokasi jatuh benda tersebut menjelaskan, kejadian ini merupakan kejadian yang biasa dan kebetulan jatuh di Indonesia. Benda tersebut tidak membahayakan karena tidak mengandung radio aktif dan juga bahan bakar berbahaya. Hal ini sudah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi oleh pihak Otoritas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang juga hadir melakukan identifikasi di lokasi kejatuhan benda tersebut. 

Pada saat pelaksanaan konferensi pers, pihak media massa berharap perwakilan dari SpaceX dapat menjelaskan peristiwa tersebut bisa terjadi di Indonesia. Namun karena pembahasannya terlalu teknis, sehingga tidak bisa dijelaskan langsung oleh pihak SpaceX, yang dalam hal ini bukan kewenangan perwakilan yang kebetulan hadir. Penandatanganan berita acara serah terima benda jatuh diwakili oleh Kepala LAPAN dan Director Commercial Sales SpaceX. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL