Kompetensi Utama

Layanan


Benda yang Jatuh di Sumenep Ternyata Roket Pendorong Falcon-9 Milik AS
Penulis : Ars • Media : sp.beritasatu.com • 29 Sep 2016 • Dibaca : 25762 x ,



[SUMENEP] Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyerahkan benda-benda misterius yang jatuh dari langit, Senin (26/9) pagi, hampir dipastikan sebagai sampah antariksa dan diduga keras bagian dari alat pendingin roket pendorong Falcon-9. Roket milik Amerika Serikat itu dikenali membawa satelit komunikasi salah satu perusahaan Jepang, JSAT-16 yang meluncur ke antariksa pada 14 Agustus 2016 yang lalu. Ketiga benda yang menyerupai drum dan radiator itu diduga merupakan tangki pendingin berisi helium cair pada roket.

“Kita masih akan teliti lagi, benda-benda misterius berupa tiga buah menyerupai drum dengan lilitan berbahan mirip fiber berwarna hitam dan sebuah benda menyerupai radiator dan serpihannya dalam kondisi seperti hangus terbakar,” ujar Rhorom Priyatikanto MSi,. salah satu dari lima Anggota Tim Peneliti Astronomi dan Astrofisika Pusat Sains Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di Mapolres Sumenep, Rabu (28/9).

Dengan didampingi Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora, lebih lanjut Rhorom Priyatikanto menjelaskan, bahwa benda-benda misterius itu diserahkan Kapolres Sumenep ke Tim dari LAPAN guna diteliti lebih lanjut. “Kesimpulan sementara, barang-barang misterius tersebut diduga bagian dari roket pendorong satelit,” tambah Rhorom sambil menambahkan, tim dari LAPAN yang melibatkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) selain ikut menganalisa juga ikut meninjau ke lokasi jatuhnya benda-benda itu di Pulau Giliraja.

Sesuai data Lapan, bagian dari roket Falcon-9 itu diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura pada Senin lalu setelah mengorbit beberapa hari. Dalam konteks itu, tim Lapan menduga benda-benda itu bagian dari roket Falcon 9 karena waktu jatuhnya sesuai dengan perkiraan waktu lintasan roket Falcon-9. Hanya saja pada benda-benda mistrius itu tidak terdapat tulisan Falcon-9.

Rhorom membenarkan, bahwa obyek jatuh dalam katalog sampah antariksa yang disampaikan North American Aerospace Defence Command (Norad) memiliki nomor 41730 yang melintas di wilayah Pulau Madura bagian timur sekitar pukul 09.21 WIB. Sesuai perkiraan, puing roket Falcon-9 jatuh pada 26 September 2016 pukul 09.100 WIB plus minus 4 jam. Oleh sebab itu, fakta obyk 41730 melintas di wilayah Madura, maka diperkirakan benda-benda misterius yang ditemukan nelayan dan penduduk Sumenep itu merupakan sampah antarariksa dari roket Falcon-9.

Sebagaimana dilaporkan Norad, roket Falcon-9 merupakan roket tingkat dua (upperstage) yang mengantarkan muatan ke ketinggian orbit sekitar 35.000 kilometer dari permukaan bumi. Bagian roket tidak akan mendarat ke bumi karena tertinggal sebagai sampah antariksa. Tingkat dua roket terdiri dari bahan bakar cair berupa minyak tanag yang diolah khusus sebagai Rocket Propellant (RP)-1. Oleh karenanyta benda misterius yang jatuh di Sumenep sangat mungkin bagian dari tangki bahan bakar roket.

Kapolres bersyukur, jatuhnya benda-benda misterius dari udara tersebut tidak sampai memakan korban jiwa dan hanya merusak kandang sapi milik Samsul, warga Pulau Giliraja. Sebelumnya, warga Pulau Giliraja yang menemukan benda-benda tak dikenal itu menduga barang tersebut adalah bom atau bagian dari badan pesawat terbang. Benda-benda misterius itu semula datang dari angkasa dan jatuh di beberapa lokasi di Pulau Giliraja dan Perairan Giligenting, Sumenep, Madura. [ARS]



Sumber : http://sp.beritasatu.com/home/benda-yang-jatuh-di-sumenep-ternyata-roket-pendorong-falcon-9-milik-as/116994








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL