Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Gandeng Akademisi dan Praktisi Membangun Perangkat Kebijakan dan Regulasi Bidang Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita : Humas/And-EN • Fotografer : Humas/And • 21 Oct 2016 • Dibaca : 33590 x ,

Dari kiri ke kanan: Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Praktisi Penerbangan Samudra Sukardi, dan Kepala LAPAN menyampaikan keynote speech dipandu Kepala PusKKPA

Untuk membangun kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya iptek penerbangan dan antariksa bagi kesejahteraan rakyat, LAPAN menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan “Pengembangan Kebijakan dan Regulasi Nasional Penerbangan dan Antariksa: Problema dan Tantangan.” Seminar diprakarsai Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (PusKKPA) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Acara berlangsung Kamis (20/10) di Auditorium Kampus St. Bonaventura Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Menurut Kepala PusKKPA, Agus Hidayat, kegiatan ini merupakan bagian dari momentum Hari Keantariksaan yang jatuh pada tanggal 06 Agustus, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 LAPAN dan Dies Natalis ke-51 Universitas Atma Jaya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Anjar Supriadhie mengatakan, pengembangan kebijakan dan regulasi bidang penerbangan dan antariksa di Indonesi, perlu dilakukan untuk memberikan landasan yuridis maupun operasional yang masih tertinggal jauh dengan negara-negara di dunia, yang terhitung sudah maju dengan pesat. Maka LAPAN mempertemukan para akademisi dan praktisi di bidang ini, untuk menggali solusi dari berbagai aspek kepentingan.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin secara resmi membuka rangkaian acara tersebut dengan mengajak peserta kegiatan untuk membangun komitmen dalam membangun perangkat kebijakan dan regulasi bidang penerbangan dan antariksa. Hal ini berangkat dari keberadaan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan yang mengharuskan LAPAN untuk segera menyiapkan berbagai peraturan pelaksanaannya serta berbagai kebijakan terkait.

Menurutnya, untuk menentukan pertumbuhan teknologi penerbangan dan antariksa, masyarakat harus membangun kebanggaan nasional terhadap teknologi tersebut. Dengan seperti itu, melalui dukungan pemerintah, maka akan menstimulasi pertumbuhan industri-industri di bidang antariksa. “untuk mengembangan teknologi antariksa secara mandiri membutuhkan siklus yang berat karena teknologi ini mempunyai multiple efect,” ungkapnya yang masih terus ingin memacu perkembangan teknologi antariksa dengan lebih cepat. Sebab, satu sisi, hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan hasil pengembangan teknologi antariksa.

Satu tahapan yang dapat dijadikan simbol kebangkitan teknologi kedua adalah dibangunnya pesawat transportasi N219. Hasil produk tersebut menjadi bagian kebanggaan nasional. Kemudian, pengembangan satelit LAPAN yang sudah berhasil diluncurkan sejumlah tiga satelit. “Suatu saat, kita juga harus mampu meluncurkan wahana antariksa dengan roket sendiri di negeri sendiri pula. Dengan memiliki banda antariksa, menjadi simbol kebanggaan nasional juga,” imbuhnya.

Dengan segala keterbatasan anggaran, LAPAN dapat memberikan hasil-hasil yang memberi manfaat bagi pembangunan Indonesia. Contohnya, wacana pembuatan peta desa oleh pemerintah, maka menuntut LAPAN untuk dapat melayani data citra satelit penginderaan jauh resolusi sangat tinggi. Dengan anggaran cukup, seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, seperti detil tata ruang, pertanahan, peta desa, dan sebagainya.

Seminar menghadirkan keynote speech yaitu Kepala LAPAN, Praktisi Penerbangan Samudra Sukardi, dan Dr. Rektor Universitas Atma Jaya, DR. G. Sri Nurhartanto, dengan moderator Kepala PusKKPA. Dalam seminar ini berlangsung diskusi yang dibagi ke dalam tiga sesi paralel.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL