Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Jalin Kerjasama dengan UBB, Kembangkan IPTEK
Penulis : Lalang Gumilang • Media : riri.co.id • 01 Nov 2016 • Dibaca : 34147 x ,

KBRN, Bangka: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan kerjasama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB). Kesepakatan kerjasama antara kedua lembaga ini ditandai dengan penandatangan naskah nota kesepahaman (Mou) antaraKepala Lapan Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc dan Rektor UBB Dr. Ir. Muh Yusuf MSi, Selasa (1/11/2016). Penandatangan MoU berlangsung di Ruang Rapat Kecil Rektorat UBB Kampus Terpadu Balunijuk, Merawang, Kabupaten Bangka.

Naskah kesepahaman yang berlaku selama lima tahun itu terhitung sejak ditandatangani mencakup delapan poin. Yakni penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengideraan jauh; penelitian, pengembangan dan pemanfaatan sains antariksa dan atmosfer; penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi penerbangan dan antariksa; penelitian dan pengkajian kebijakan antariksa; peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; pertukaran tenaga ahli; diseminasi dan publikasi ilmiah; dan pengabdian pada masyarakat.

Rektor UBB M. Yusuf mengemukakan, banyak manfaat yang diperoleh UBB dari kerjasama ini. Apalagi Lapan lanjut rektor merupakan lembaga strategis di bidang penerbangan dan antariksa nasional, telah sukses memproduksi sejumlah satelit sendiri, antara lain Lapan A1, A2 dan A3.

“Kita, UBB, bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di Lapan, terutama datahasil dari penginderaan satelit, baikuntuk penelitian maupun perencanaan pembangunan. Seperti identifikasi lahan untuk pertanian, tata-ruang, tataguna lahan, pertambangan, kehutanan dan lingkungan,” ulas M. Yusuf.

Satelit Lapan andal dalam mengetahui Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) di suatu kawasan laut, menurut Muh Yusuf, sangat membantu dalam memetakan kekayaan hasil laut dan memenej pengelolaan sumberdaya perikananan dari pencurian pihak-pihak asing.

“Satelit Lapan memiliki kamera dengan resolusi tinggi mampu merekam klorofil A di laut, sehingga memungkinkan mengetahuikeberadaan lokasi ikandi laut.Zona subur untuk koloni ikan tidak disemua tempat. Setahu saya hanya ada di lima titik, dan itu harus dikontrol satelit,” ujar M. Yusuf.

Sementara Kepala Lapan Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc mengemukakan program utama Lapan ada tujuh. Yaitu pengembangan teknologi satelit, pengembangan teknologi aeronautika (pesawat transport dan sistem pemantau berbasis tanpa awak), pengembangan roket sonda untuk menjadi roket peluncur satelit, pengembangan bank data penginderaan jauh, pengembangan sistem pemantauan bumi nasional, pengembangan sistem pendukung kepurusan dinamika atmosfer equator, dan pengembangan sistem pendukung keputusan cuaca antarika dan observatorium nasional.

“Lapanmelakukan kerjasama dengan 34provinsi, di mana basis pelayanan di daerahlewat Bappeda.Adapun jejaring kita dengan perguruan tinggi di daerahdiperkuat, tujuannya untuk meningkatkan bobot penelitian dan wahana bagi dosenmahasiswa untuk melakukan penelitian bersama,” ulas Djamaluddin.

Kendatidemikian khusus untuk penelitian mahasiswa, Kepala Lapan wanti-wanti pihaknya diinformasikan jauh-jauh hari, paling tidak enam bulan sebelumnya, mengingat mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya juga melakukan hal yang sama.

“Fokus penelitian tidak hanya sebatas sains dan teknologi antariksa dan aeronautika saja, tapi bisa menyangkut sosial-ekonomi dan kebijakan publik.Mengingat pemanfaatan satelit itu luas, bisa mencakup usaha verifikasi data pajak untuk usaha perkebunan, kelautan, pertambangan dan sektor serta sub-sektor lainnya,” ujar Djamaluddin.



Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/323306/ruang_publik/lapan_jalin_kerjasama_dengan_ubb_kembangkan_iptek.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL