Kompetensi Utama

Layanan


Penandatanganan Naskah Kerja Sama LAPAN-Polban: Polban Siap Dukung Visi LAPAN dalam Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Mandiri
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 05 Nov 2016 • Dibaca : 40645 x ,

Kepala LAPAN dan Direktur Polban melakukan pertukaran naskah usai ditandatangani

Jumat (04/11), di Gedung Direktorat Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban), berlangsung penandatanganan naskah kerja sama antara LAPAN dengan Polban. Naskah payung kerja sama ditandatangani oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaludin dan Direktur Polban, Dr. Rachmad Imbang Tritjahjono. Naskah ditandatangani di hadapan jajaran pimpinan Polban yang mewakili sejumlah 41 program studi yang ada di Polban.

Pada kesempatan tersebut, Kepala LAPAN mengenalkan kompetensi LAPAN untuk membuka wawasan pihak Polban, terkait dengan rencana implementasi kerja sama yang akan disinergikan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan berdasarkan empat kompetensi utama LAPAN yang meliputi sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Thomas berharap, kerangka kerja sama yang dijalin tersebut, nantinya dapat mendukung visi LAPAN menjadi pusat unggulan penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN menjelaskan, untuk mencapai program besar LAPAN dalam meningkatkan layanan publik untuk mewujudkan reformasi birokrasi, LAPAN menyusun tujuh program utama. LAPAN berusaha mewujudkan sistem pendukung keputusan untuk dinamika atmosfer ekuator serta sains antariksa dan atmosfer. LAPAN merencanakan pengembangan riset roket sonda dan pengembangan teknologi satelit.

Penguasaan teknologi satelit LAPAN dimulai dengan pengembangan teknologi satelit dengan skala mikro. Saat ini, LAPAN telah meluncurkan satelit eksperimental mulai dari seri A1, A2, dan A3. Pembangunan tersebut dirintis dengan cara alih teknologi dari TU Berlin yang menghasilkan Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat, dan kemudian tahapan selanjutnya dibangun secara mandiri di Indonesia. 

Misi pembangunan satelit ini makin terus dikembangkan. Muatan satelit terus ditingkatkan dan bobotnya terus bertambah. “Saat ini sedang dipersiapkan Satelit LAPAN-A4 dengan misi peluncuran sedang didefinisikan. Rencananya, LAPAN akan menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin. Sedangkan seri A5, akan dibangun bekerja sama dengan Chiba University. Rencananya bermuatan radar. Jika ini berhasil, satelit tersebut akan menjadi satelit mikro pertama yang membawa sensor radar,” jelasnya.

Tahapan selanjutnya, LAPAN akan membangun satelit operasional, dimulai dengan satelit penginderaan jauh, navigasi, dan kemudian komunikasi. Untuk itu perlu dana yang cukup besar. Namun jika anggaran tersebut tidak tercapai, LAPAN akan menyusun rencana lain yaitu membangun satelit mikro dalam bentuk konstelasi. 

Di bidang aeronautika, LAPAN sedang menggodog program besar yaitu pesawat transportasi N219, kemudian akan dibangun juga N245, dan N270. Tercapainya program besar ini akan membangkitkan gairah industri penerbangan Indonesia. Hal tersebut menjadi simbol kebangkitan teknologi penerbangan kedua. 

LAPAN juga sedang mengembangkan pesawat tanpa awak. Pengembangan ini dimanfaatkan untuk mendukung sistem pemantauan maritim. LSU dimanfaatkan untuk memperoleh data wilayah yang tidak dapat diperoleh satelit karena terkendala awan. Baru saja LAPAN mendukung kegiatan Badan Informasi Geospasial dalam melakukan pengukuran garis pantai saat terjadi pasang surut air laut. 

Thomas juga menjelaskan program LAPAN dalam mengembangkan bank data penginderaan jauh nasional. Pengadaan citra satelit sampai dengan resolusi sangat tinggi, sangat dibutuhkan untuk mendukung terbangunnya inventarisasi data wilayah Indonesia sampai ke seluruh daerah. 

LAPAN mengembangkan sistem pemantau bumi nasional. Manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai sektor kebutuhan di seluruh daerah. Dengan pemantauan bumi tersebut, dapat diperoleh data luas hutan yang dapat digunakan untuk mendukung pendataan deforestrasi di wilayah Indonesia. Berbagai sektor dapat didukung mulai dari kondisi lingkungan dan cuaca, kebencanaan, sumber daya alam, dan sebagainya. LAPAN juga melakukan tugas khusus untuk mendukung tugas Badan Narkotika Nasional dalam hal pemantauan ladang ganja, LAPAN juga mendukung Dirjen Pajak dalam mengidentifikasi obyek pajak guna mendukung rencana peningkatan pendapatan pajak. 

Untuk itu, Kepala LAPAN berharap, kerja sama yang dijalin dengan Polban saling menguatkan. “LAPAN sangat terbuka bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan praktik lapangan dan riset bersama. Saat ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas,” ujarnya. Tujuannya untuk mendorong kegiatan penelitian dan praktik lapangan dengan prinsip saling menguatkan. Maka, visi LAPAN dapat didukung oleh perguruan tinggi, demikian juga LAPAN dapat memperkuat potensi perguruan tinggi dengan masalah-masalah yang lebih nyata.

Direktur Polban menanggapi menyambut gembira jalinan kerja sama tersebut. Apalagi menyikapi kondisi pertumbuhan teknologi nano di Indonesia yang masih harus diperjuangkan. Di bidang material, Indonesia juga masih jauh tertinggal dengan negara lain. 

Berbicara mengenai kegiatan riset di Indonesia, Rachmad berharap hasil-hasil riset betul-betul masuk ke hilir, bermuara ke produksi yang berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap, agar kolaborasi dengan LAPAN juga dapat mendukung pengembangan riset radar. “Suatu saat, saya berharap akan ada prototipe radar satelit,” imbuhnya. Radar tersebut sangat besar manfaatnya untuk wilayah Indonesia. Contohnya saja untuk membantu nelayan-nelayan kecil dalam memberikan sinyal daerah berbahaya seperti garis batas wilayah negara lain. 

Pihaknya juga sangat tertarik dalam mempelajari bidang peroketan. Polban ingin berkontribusi dalam membangun roket yang memiliki daya jelajah cukup panjang dan mencapai ketinggian dan ditempatkan sesuai orbit yang diharapkan.

Di bidang aeronautik, Polban akan memperkuat dari sisi perawatan pesawat terbang. Terhadap hal tersebut, pihaknya sudah mengantongi sertifikasi Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO). Kita ketahui bersama, bahwa populasi pesawat terbang di Indonesia sangat luar biasa meningkatnya. Hal tersebut banyak membutuhkan fasilitas perawatan. 

Beberapa program kerja LAPAN akan disinergikan dengan kompetensi yang dimiliki Polban. Maka, dengan ditandatangani naskah MoU tersebut, maka akan segera ditindaklanjuti dengan implementasi kerja sama yang akan dibahas lebih lanjut dengan lebih detil lagi sesuai dengan bidang risetnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL