Kompetensi Utama

Layanan


Pengukuhan Profesor Riset LAPAN dan Pelantikan Himpenindo LAPAN: Kepala LAPAN Berharap Peneliti LAPAN Melakukan Fungsi Layanan ke Publik
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 11 Nov 2016 • Dibaca : 28424 x ,

Dua Profesor Riset LAPAN berfoto bersama Majelis Profesor Riset usai dikukuhkan

Kamis (10/11), Majelis Profesor Riset (MPR) mengukuhkan dua peneliti LAPAN sebagai profesor riset. Sekretaris Majelis Profesor Riset, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, mewakili Ketua yang berhalangan hadir, mengukuhkan Dr. Erna Sri Adiningsih dan Dr. Muchlisin Arief. Prosesi pengukuhan berlangsung di Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat LAPAN dan para kolega kedua profesor tersebut.

Dengan bertambahnya dua profesor riset, LAPAN telah mengantongi 16 profesor riset dari 283 peneliti LAPAN. Menurut sumber data LIPI, secara nasional, kini jumlah profesor riset menjadi 467 dari 9477 peneliti dari berbagai bidang penelitian.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengungkapkan, meski demikian, saat ini jumlah profesor riset yang masih aktif di LAPAN terhitung sedikit, dengan rincian bidang sains (2), bidang kajian kebijakan (1), dan bidang penginderaan jauh (2). “Mudah-mudahan tahun depan bertambah lagi profesor riset, termasuk bidang teknologi yang saat ini belum ada,” harapnya. 

Kepala LAPAN menyarankan, agar para profesor riset tersebut dapat memberikan kontribusi yang berkualitas, bisa mendorong para peneliti untuk memacu karirnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih maju dan modern. Ia juga berharap, bahwa peneliti LAPAN tidak hanya mengembangkan riset saja, namun juga harus bisa melakukan fungsi layanan kepada masyarakat. Para peneliti bisa membekali diri dengan kemampuan yang optimal untuk memberikan informasi kepada publik, dengan penjelasan yang informatif. “Jadi, bukan hanya menyampaikan ilmu yang dipahami oleh sesama kolega peneliti dengan bahasa yang terlalu teknis, namun juga informasi yang dikemas ringan dan mudah diserap oleh masyarakat awam,” jelasnya.

Di dalam upacara pengukuhan, Erna menyampaikan orasi tentang pengembangan model deteksi bencana hidrometeorologi berbasis data penginderaan jauh. Gagasannya untuk melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana
 hidrometeorologi yang dihadapi Indonesia karena kondisi geografis yang rawan terhadap bencana tersebut. Riset yang dilakukan tersebut berbasis data penginderaan jauh satelit, khususnya untuk pemantauan cuaca dan iklim, banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.

Sementara, Muchlisin menyampaikan peranan ilmu matematika untuk pengolahan citra digital penginderaan jauh. Hal ini berangkat dari perkembangan teknologi yang sudah semakin canggih, menuntut pengembangan ilmu pengetahuan untuk melakukan pengolahan citra digital yang terkomputerisasi. Hasilnya, bermanfaat untuk mengidentifikasi dan memetakan kondisi nyata suatu wilayah atau sumber daya alam di wilayah tertentu. Sehingga, informasinya dapat dijadikan parameter dalam menentukan alternative kebijakan pembangunan di masa kini dan masa mendatang. Sehingga manfaatnya dapat mendukung pembangunan nasional berkelanjutan di bidang sumber daya alam.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo), Prof. Dr. Enny Sudarmonowati melantik pengurus Himpenindo cabang LAPAN. Mereka yang dilantik, terdiri dari dewan pakar, pengurus inti dan pengurus satker yang merupakan perwakilan dari satker yang ada di LAPAN. Enny menjelaskan, Himpenindo dibentuk sebagai payung organisasi peneliti di Indonesia. Fungsinya adalah mewadahi berbagai ide dan masukan bagi pemerintah terhadap suatu permasalahan yang belum terakomodir di lingkup kedinasan. 



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL