Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Tingkatkan Hubungan Multilateral melalui APRSAF ke-23
Penulis Berita : Humas/Lela • Fotografer : Humas/EP • 22 Nov 2016 • Dibaca : 38243 x ,

Foto bersama para pemapar dalam APRSAF ke-23 di Manila, Filipina.

Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) kembali digelar tahun ini di Manila, Filipina. APRSAF ke-23 berlangsung tanggal 15-18 November 2016, melibatkan partisipasi para pimpinan dan perwakilan dari lembaga/badan antariksa se-Asia Pasifik. LAPAN selalu aktif berpartisipasi dalam forum multilateral ini secara rutin setiap tahunnya. 

Pada APRSAF ke-23 kali ini kegiatan terbagi menjadi Sesi Working Groups (15-16 November) dan Plenary (17-18 November). Para delegasi LAPAN menyajikan makalah terkait kegiatan keantariksaan di Indonesia pada ke-4 Working Groups APRSAF: Space Applications Working Group (SAWG), Space Technology Working Group (STWG), Space Environment Utilization (SEUWG), dan Space Education Working Group (SEWG).

Dalam Sesi Plenary, beberapa lembaga/badan antariksa menyampaikan Country Reports atau laporan kegiatan keantariksaan di negaranya masing-masing. Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc., sebagai Ketua Delegasi Indonesia menyampaikan Country Report terkait kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil riset dan pengembangan pada 4 (empat) Kompetensi Utama LAPAN. 

Kompetensi di bidang sains antariksa dan atmosfer disampaikan dengan program Space Weather Information and Forecast Services (SWIFts), Realtime Space Debris Surveillance, Decision Support for Hydrometeorology Disaster, Decision Support System on (DSS) on Maritime, dan Capacity Building and Internship Program

Di bidang teknologi penerbangan dan antariksa dikembangkan program pengembangan satelit eksperimen hingga operasionalnya, hasil satelit LAPAN A-3 dan pemanfaatan AIS, Roket Sonda, pengembangan Pesawat N-219 dan N-series lainnya, serta LAPAN Surveillance UAV. 

Sedangkan kegiatan di bidang penginderaan jauh yaitu perolehan, pengolahan, hingga pemanfaatan dan pendistribusian data satelit resolusi rendah, menengah, dan tinggi ke mitra kerja LAPAN. Datanya digunakan untuk Water Surface monitoring, mining monitoring, mengetahui Hotspot Information dan total burned area yang dapat diakses melalui aplikasi android, serta informasi Zona Potensi Perikanan Indonesia yang dapat membantu meningkatkan perekonomian para nelayan. 

Pada akhir presentasinya, Kepala LAPAN juga menyampaikan program pendorong ke-3 kompetensi sebelumnya yaitu kegiatan kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. 

Delegasi LAPAN, Noer Laela Sari mengisi Sesi Plenary dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan APRSAF ke-22 yang diselenggarakan pada 1-4 Desember 2015 di Hotel Discovery Kartika Plaza, Denpasar-Bali, Indonesia. Kegiatan ini dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing Working Groups APRSAF dan proyek/kegiatan inisiatifnya, Executive Committee dan Sekretariat APRSAF.

Di sela sesi tersebut, diadakan juga Sesi Spesial yang terdiri dari Special Session 1: Space for Society: "Technology Mitigates Natural Disasters", Panel Discussion & Sentinel Asia 10th Anniversary; Special Session-2: "Small Satellites for Innovation" DIWATA-1 Highlights Breakthrough by Collaboration -Fostering the Next Generation; dan Wrapped-up Session. Pada kesempatan ini masing-masing pimpinan lembaga/badan antariksa, atau yang mewakili, yang negaranya pernah menjadi tuan rumah penyelenggara APRSAF diminta untuk memberikan short statements. Isinya berupa ide/masukan untuk pengembangan kegiatan keantariksaan di Kawasan Asia-Pasifik dan manajemen kegiatan APRSAF di masa mendatang. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala LAPAN menyampaikan bahwa APRSAF merupakan forum internasional yang penting dan bermanfaat bagi negara-negara peserta untuk dapat saling berbagi informasi mengenai aktivitas dan perkembangan yang dicapai dalam kegiatan-kegiatan keantariksaan yang dilakukan masing-masing negara. Forum ini menjadi wadah alih/transfer kemampuan dan teknologi melalui proyek-proyek bersama di bidang teknologi keantariksaan, serta mampu mendorong dan menggiatkan generasi muda untuk lebih mengenal dan mendalami serta ikut berperan aktif dalam kegiatan keantariksaan.

Pertemuan tahunan APRSAF ini dimanfaatkan juga oleh negara-negara peserta untuk melakukan pertemuan bilateral dengan negara mitra kerja samanya. Demikian juga, beberapa mitra kerja sama LAPAN yaitu KARI, JAXA dan SSTA mengundang Kepala LAPAN untuk bertemu guna bertukar informasi serta membahas tindak lanjut kegiatan kerja sama yang dilakukan bersama oleh kedua pihak.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL