Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Wajibkan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Arsip LAPAN
Penulis Berita : Humas/And-Sur • Fotografer : Humas/And • 23 Nov 2016 • Dibaca : 2922 x ,

Pemaparan Diskusi para narasumber dalam bincang-bincang pemberdayaan muatan lokal dalam membangun perpustakaan digital dan repositori institusi

Rabu (23/11), LAPAN menyelenggarakan diskusi yang dikemas dalam Bincang-bincang Pemberdayaan Muatan Lokal dalam Membangun Perpustakaan Digital dan Repositori Institusi. Acara yang dihadiri sejumlah jajaran pejabat struktural dan perwakilan dari seluruh satker LAPAN ini berlangsung di Balai Pertemuan Dirgantara, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala LAPAN, Prof. Dr Thomas Djamaluddin, Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), Lucia Damayanti, dan Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, Sri Hartinah. Diskusi tersebut membahas tentang berbagai problema yang dihadapi unit perpustakaan LAPAN dan strategi pencapaian perpustakaan yang menjalankan mandat dari berbagai peraturan yang mengikat.

Dalam laporannya, Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran dan pemahaman tentang wajib simpan muatan lokal dan pembangunan repositori institusi, meningkatkan kesadaran lembaga ataupun perorangan akan pentingnya repositori melalui sosialisasi konsep, regulasi, kebijakan dan kegiatan secara langsung maupun memanfaatkan media sosial.”

Ia mengimbuhkan, sekurangnya 12.000 Bahan Pustaka LAPAN disimpan di enam Perpustakaan satker untuk mengoptimalkan kegunaan dan mendekatkan bahan pustaka kepada pemustaka. Sedangkan Perpustakaan LAPAN Pusat selanjutnya fokus sebagai perpustakaan repositori yaitu mengelola muatan lokal. Muatan Lokal adalah informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga penelitian, yang sifatnya unik hanya dihasilkan dan dimiliki oleh institusi penghasil informasi.

Diskusi diawali dengan pemaparan Kepala LAPAN tentang perkembangan perpustakaan LAPAN dan sosialisasi Peraturan Kepala LAPAN Nomor 13 Tahun 2016 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam di LAPAN. Thomas menyampaikan, buku-buku yang menjadi koleksi LAPAN sifatnya sebagai buku-buku rujukan dan membantu mendekatkan ke pembaca. Perpustakaan Pusat hanya menyimpan katalog penyebaran buku-buku tersebut sebagai panduan bagi orang yang akan mengaksesnya. 

Melihat kondisi kearsipan LAPAN bahwa tak semua karya hasil litbang tersimpan dengan baik, maka perlu adanya pengolahan dokumen dengan lebih baik. “Belajar dari kasus tersebut, saya tidak hanya menghimbau, namun mewajibkan bagi seluruh karyawan LAPAN, terutama para peneliti untuk menyimpan dokumen hasil karyanya. Hal ini untuk mempermudah penelusuran rekam jejak terhadap kegiatan dimaksud,” tegasnya.

Lucia memaparkan Regulasi dan Kebijakan Nasional tentang perpustakaan khusus dan Wajib Serah Simpan KCKR. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990, Lucia mengategorikan unit perpustakaan LAPAN termasuk ke dalam perpustakaan khusus. Hal tersebut membutuhkan katalog induk yang disimpan di pusat. Menurutnya, salah satu fungsi perpustakaan khusus adalah pelestarian. Maka secara fisik perlu dukungan ruangan khusus. “Apabila kita membuat karya maka kita harus menyimpannya di ruang penyimpanan dengan segala fasilitasnya, termasuk SDM yang menjaga dan mengelolanya,” paparnya menyederhanakan arti pengarsipan dokumen. 

Sementara, Sri Hartinah menyampaikan Repositori dan Depositori Ilmiah Lembaga. Dalam paparannya, ia mencerna fungsi perpustakaan sebagai repositori institusi (presentasi lembaga) dan penyimpanan informasi. Sedangkan LAPAN sebagai lembaga riset, hasil kegiatannya adalah melakukan fungsi pembinaan. Sehingga dalam melakukan penyimpanan dokumen berfungsi untuk mengamankan dan mempresentasikan aset pengetahuan. 

Ia menjelaskan, repositori merupakan cara pengarsipan dokumen untuk semua lembaga penelitian yang bebas akses. Sehingga data yang disimpan dapat diakses oleh umum. Sedangkan, depositori dimaksudkan untuk data-data yang sifatnya hanya disimpan saja, contohnya data-data primer penelitian. “fungsi penyimpanan depositori ini sangat mendukung beberapa hasil penelitian LAPAN yang bersifat rahasia,” imbuhnya.

Diskusi tersebut menjadi sumber pencerahan bagi para peneliti LAPAN yang masih mengeluhkan berbagai kendala dalam mengumpulkan karya rekamnya. Sebagaimana arahan para narasumber, maka masing-masing peneliti dapat memilah sistem penyimpanan hasil karyanya masing-masing. Hal demikian tetap mendukung pengelolaan arsip dengan lebih baik.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL