Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Gandeng UBD Kembangkan DSS Lingkungan terkait Kualitas Udara
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/EN • 29 Nov 2016 • Dibaca : 20734 x ,

Kepala PSTA dan Direktur LPPM menandatangani naskah PKS

Selasa (29/11), berlangsung penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) LAPAN dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma (LPPM UBD) di Palembang. Naskah ditandatangani Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Halimurrahman dan Direktur LPPM, Dr. H. Hardiyansyah.

Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan sumber daya kedua pihak dalam upaya mendukung kegiatan diseminasi informasi kualitas udara berbasis satelit. Adapun lokasi riset yang dilakukan adalah wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Seremonial kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I, Prof. DR. H. Zainuddin Ismail beserta jajaran dan segenarp jajaran struktural LAPAN terkait.

Direktur LPPM menyampaikan, kerja sama yang dijalin tersebut dapat memberikan manfaat bagi UBD dan LAPAN, serta masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya sudah mempersiapkan tim untuk terjun langsung melakukan riset di lapangan

Sementara itu, Kepala PSTA memaparkan, saat ini PSTA sedang melaksanakan program besar terkait sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS), antara lain DSS kebencanaan terkait hujan ekstrim, DSS Kebencanaan Kemaritiman terkait Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dan nelayan, DSS lingkungan terkait kualitas udara, dan DSS lingkungan terkait iklim. 

Menurutnya, program tersebut dilandaskan pada hasil penelitian yang dapat menjawab persoalan dan kebutuhan nasional. Anggaran LAPAN digunakan untuk menghasilkan produk litbang yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Untuk menjalankan program tersebut, PSTA mengelola beberapa sistem informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat pengguna, antara lain Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA). Halim menjelaskan, sistem ini sudah diaplikasikan dengan BPBD di wilayah Jawa Barat. 

SADEWA merupakan sistem peringatan dini bencana berbasis satelit untuk mendukung pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis. Sistem ini berfungsi sebagai peringatan dini kepada pihak terkait untuk penanganan bencana baik di tingkat pusat maupun daerah seperti hujan lebat, banjir, longsor, dan sebagainya. 

Masih ada sistem informasi lainnya seperti Sistem Embaran Maritim (SEMAR), Sistem Informasi Komposisi Atmosfer Indonesia (SRIKANDI), dan Sistem Pemantauan Hujan Spasial (SENTANU) yang dapat diakses dengan mudah melalui internet. LAPAN juga telah bekerja sama dengan Pemprov DIY untuk memanfaatkan SEMAR sebagai panduan nelayan menangkap ikan dan keselamatan pelayaran.

Ia menyampaikan, dalam kerangka kerja sama kali ini, LAPAN akan menyediakan sistem informasi terkait kondisi kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan yang akan dilakukan validasi oleh UBD. LAPAN juga membuka peluang kerja sama lainnya sesuai dengan bidang riset di LAPAN. “Untuk mengimplementasikan kerja sama, kita akan segera menyusun secara teknis Kerangka Acuan Kerja Sama berdasar kelompok penelitian masing-masing,” imbuhnya. Untuk membuka wawasan terkait bidang penelitian LAPAN, ia berharap, pihak UBD dapat mengunjungi fasilitas penelitian yang ada di LAPAN. 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UBD mengatakan, UBD sebagai satu-satunya perguruan tinggai yang bekerja sama dengan luar negeri. Saat ini, mahasiswa UBD mendapat kesempatan magang dan praktek kerja di sana. Demikian juga, ia berharap juga dengan LAPAN. Kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis terkait ruang lingkup kerja sama dan rencana kerja sama dalam upaya permanfaatan produk-produk litbang PSTA lainnya. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL