Kompetensi Utama

Layanan


BNPB Ingin Manfaatkan Teknologi LAPAN untuk Penanggulangan Bencana
Penulis Berita : Humas/AP • Fotografer : Humas/AP • 01 Dec 2016 • Dibaca : 30873 x ,

Foto bersama Tim Kunjungan Unsur Pengarah BNPB di LAPAN

Kamis (01/12), Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menerima kunjungan perwakilan Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Ruang Rapat Manggala, Kantor LAPAN Pusat, Rawamangun, Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka meminta informasi teknologi milik LAPAN yang dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana (Disaster Management) serta masukan kebijakan penanggulangan bencana.

Kepala LAPAN menjelaskan empat kompetensi utama LAPAN yaitu sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Ia juga menjelaskan bahwa LAPAN telah memiliki Gugus Tugas Tanggap Darurat Bencana yang terdiri dari Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), dan Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang). Masing-masing pusat memiliki hasil penelitian, pengembangan, dan perekayasaan yang dapat digunakan untuk membantu penanggulangan bencana.

Kepala LAPAN juga menjelaskan mengenai satelit hasil litbangyasa yaitu LAPAN-A2/LAPAN-ORARI yang dapat dimanfaatkan dalam keadaan bencana. Satelit ini mempunyai teknologi radio amatir yang dapat dijadikan penghubung komunikasi radio amatir saat alat komunikasi konvensional tidak dapat berfungsi. Ia juga mengenalkan pesawat tanpa awak LAPAN, LAPAN Surveillance UAV (LSU-02) yang digunakan untuk mendeteksi bencana sampai dengan resolusi 1,5 meter. LSU dapat digunakan jika citra satelit tertutup oleh awan.

Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono menjelaskan beberapa program besar PSTA. Salah satunya, untuk melayani masyarakat, PSTA menegmbangkan Satellite Disaster Early Waring System (SADEWA) yang telah dimanfaatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). SADEWA dibangun untuk melihat pergerakan awan serta arah angin di wilayah Indonesia sampai 24 jam mendatang, serta Sistem Pemantau Hujan (SANTANU) yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. M. Rokhis Khomarudin menjelaskan data-data satelit yang dapat dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana. Salah satunya layanan informasi tanggap darurat bencana seperti potensi banjir yang dapat dilihat lewat respon tanggap darurat bencana berbasis data satelit. 

Pertemuan tersebut telah memberikan informasi untuk BNPB sebagaimana yang dinyatakan oleh Unsur Pengarah BNPB, Bambang Munandjat. Ia juga berterima kasih atas kesediaan LAPAN memberikan informasi mengenai teknologi milik LAPAN yang dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Bagian Kerja Sama, Leo Kamilus Julianto Rijadi, serta perwakilan Unsur Pengarah dari Masyarakat Profesional BNPB, Rahmawati Husein, Prof. H. Sarwidi, Prof. Soedibyakto, dan Heddy Agus Pritasa. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL