Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Bangun Sinergi untuk Manfaatkan Data Satelit Anak Bangsa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Sgd • 14 Dec 2016 • Dibaca : 34870 x ,

Kepala LAPAN memberikan sambutan dalam Forum Komunikasi Kelitbangan.

LAPAN menyelenggarakan Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK): Potensi Pemanfaatan Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB untuk Kemajuan dan Kemandirian Bangsa di Jakarta, Rabu (14/2).

Kepala Biro Kerjasama, Humas, dan Umum, Christianus R. Dewanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mendiseminasikan pemanfaatan satelit yang dikembangkan LAPAN. Tujuannya yaitu untuk menciptakan sinergi kegiatan kelitbangan di berbagai institusi.

Sinergi antar institusi sangat penting untuk mewujudkan program prioritas pemerintah. Demikian juga dengan LAPAN, dalam pelaksanaan program keantariksaan juga memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak. Hal tersebut disampaikan Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin saat memberikan sambutan pada kegiatan ini.

Ia juga menjelaskan bahwa LAPAN memiliki tujuh program utama yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah. Program-program tersebut berada dalam empat kompetensi LAPAN yaitu di bidang sains antariksa dan atmosfer, teknologi antariksa dan aeronautika, penginderaan jauh, dan kajian kebijakan penerbangan dan antariksa.

Dari program prioritas tersebut, LAPAN memiliki beberapa program fokus. Program tersebut yaitu subsistem pengembangan sistem pemantau maritim berbasis iptek penerbangan dan antariksa, misalnya terkait informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dengan menggunakan satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3. Kedua satelit ini memiliki data Automatic Identification System (AIS) untuk pemantauan kapal-kalap terkait perikanan dan mampu mendeteksi adanya penangkapan ikan secara ilegal dan transhipment.

Program berikutnya yaitu sistem embaran maritim, yaitu untuk informasi guna menentukan wilayah laut yang memiliki banyak ikan. Sistem ini juga memuat informasi prakiraan cuaca di lautan sekaligus untuk melindungi sumber daya alam Indonesia.

Kemudian, LAPAN juga mengembangkan sistem pemantau maritim berbasis pesawat tanpa awak (UAV). Pesawat tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan di wilayah perairan.

Berikutnya, LAPAN juga mengembangkan sistem pemantauan bencana. Sistem tersebut didukung oleh Sistem Mitigasi Bencana (Simba) dan Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa). Sistem ini juga memanfaatkan muatan ORARI di satelit LAPAN untuk komunikasi saat terjadi bencana. Selain itu, LAPAN juga membentuk International Disaster Charter untuk penyediaan citra satelit terbaru mengenai kondisi di wilayah bencana.

Satelit LAPAN

LAPAN telah berhasil mengembangkan tiga satelit yaitu, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat, LAPAN-A2/LAPAN-ORARI, dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB. Masing-masing satelit diluncurkan pada 2007, 2015, dan 2016.

Kepala Pusat Teknologi Satelit, Abdul Rahman, mengatakan bahwa LAPAN-A2 memiliki misi utama AIS untuk pemantauan kapal, APRS untuk komunikasi, dan kamera digital untuk surveillance. Misi ini juga terdapat pada LAPAN-A3, namun satelit ini memiliki tambahan misi untuk pemantauan pertanian dan misi saintifik guna pengukuran medan magnet bumi. Muatan LAPAN-A3 bahkan dilengkapi infra merah.

LAPAN-A2 dan A3 telah menghasilkan gambar-gambar. Abdul Rahman berkata, hasil citra satelit tersebut dapat merekam dengan baik berbagai detail di permukaan bumi seperti kontur jalan dan vegetasi.

Pemanfaatan data satelit LAPAN ini bukan hanya berasal dari kalangan instansi pemerintah. Pihak swasta pun turut memanfaatkan data tersebut. Direktur Utama PT Gemilang Ananta, Agung Tri Sasono, mengatakan bahwa perusahaannya menggunakan data satelit LAPAN untuk pemantauan maritime, misalnya mendeteksi adanya penyimpangan dalam pelayaran.

Di bidang kebencanaan, satelit LAPAN-A2 telah membantu komunikasi pada saat gempa Aceh, Desember 2016. Dirgantara R. Tanjung dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) bahwa APRS menjadi sarana bagi para anggota ORARI untuk saling memberi informasi mengenai kondisi di pulau-pulai Indonesia secara real time. Para anggota berkomunikasi lebih baik dengan memanfaatkan satelit LAPAN-A2.

Selain untuk kebutuhan pemantauan permukaan bumi dan kebencanaan, satelit LAPAN juga mengemban misi saintifik. Satelit LAPAN-A3 digunakan pula memperoleh data saintifik magnetometer. Harry Bangkit dari Pusat Sains Antariksa LAPAN mengatakan bahwa LAPAN-A3 dimanfaatkan untuk memahami dampak angina surya terhadap dinamika atmosfer atas atau ionosfer yaitu untuk pengamatan badai magnet dan cuaca antariksa. Satelit ini juga untuk pemetaan medan magnet secara global serta studi pembangkitan pulsa magnet.

Sementara itu, di bidang pertanian, LAPAN-A3 akan dimanfaatkan bagi kebutuhan penelitian di berbagai universitas. Kepala Laboratorium Analisis Spasial Lingkungan IPB, Prof. Lilik Budi Prasetyo, mengatakan bahwa saat ini telah dibuat berbagai rencana penelitian pertanian dengan memanfaatkan data satelit tersebut.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL