Kompetensi Utama

Layanan


Sepuluh Tahun Satelit LAPAN-TUBSAT di Orbit
Penulis Berita : Pusat Teknologi Satelit LAPAN • Fotografer : Pusat Teknologi Satelit LAPAN • 10 Jan 2017 • Dibaca : 19033 x ,

Satelit LAPAN-A1 / LAPAN - TUBSat

Sepuluh tahun sudah satelit LAPAN-TUBSAT berada di orbit memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan teknologi satelit di Indonesia. Sejarah satelit ini diawali dengan kesepakatan kerja sama antara LAPAN dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universit├Ąt Berlin; TU Berlin). Proses pembuatannya ditangani langsung oleh Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara LAPAN, yang saat ini bernama Pusat Teknologi Satelit, di Bogor Jawa Barat.

Proyek pengembangan satelit mikro bernama LAPAN-TUBSAT dimulai dengan mengirim empat orang engineer sebagai awal dari proses TOT (Transfer Of Technology) pada 2004. Para engineer tersebut yaitu Ayom Widipaminto, Wahyudi Hasbi, Robertus Heru Triharjanto dan Mohammad Mukhayadi.

Proses perancangan, integrasi, dan pengujian satelit berbentuk kotak dengan dimensi 45 x 45 x 27 cm dan berat 57 kg ini memerlukan waktu hanya dua tahun. Namun, karena penundaan peluncuran, satelit diorbitkan pada 10 Januari 2007, tepat sepuluh tahun yang lalu. Dalam menjalankan misinya, satelit ini melewati Indonesia empat kali dalam sehari karena orbit operasinya merupakan orbit polar dengan kemiringan 97 derajat.

LAPAN-TUBSAT mengorbit pada ketinggian 630 kilometer di atas permukaan bumi. Satelit ini memiliki muatan utama kamera beresolusi tinggi dengan ketajaman 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer serta kamera resolusi rendah 200 meter dengan lebar sapuan 81 kilometer. Satelit juga bisa menerima dan mengirim pesan singkat melalui teknologi komunikasi digital store & forward dengan transmisi telemetry & telecommand pada frekuensi UHF dengan baudrate 1200 bps.

Satelit ini dirancang bertahan di orbit untuk menjalankan misinya selama dua tahun. Namun dengan pemilihan metode operasi yang tepat dan kedisiplinan operator satelit LAPAN dalam pemeliharaan kondisi satelit di orbit, LAPAN-TUBSAT mampu bertahan hingga sepuluh tahun. Saat ini kinerja kamera resolusi tinggi satelit telah menurun, namun sistem bus masih bekerja secara prima sehingga dapat digunakan untuk berbagai penelitian dan pelatihan operasi satelit.

Berbagai gambar titik-titik menarik di permukaan bumi tidak luput dari bidikan kamera satelit ini selama menjalankan misinya. Berikut adalah contoh-contoh koleksi gambar yang didapat oleh satelit LAPAN-TUBSAT.




Tim Pusat Teknologi Satelit LAPAN saat perakitan Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat


Satelit LAPAN-A1/ LAPAN-TUBSat sesaat sebelum diluncurkan


Roket PSLV-C7 milik ISRO yang digunakan sebagai piggyback Satelit LAPAN-A1/ LAPAN-TUBSat

Bandara Changi Singapura & Schipol Amsterdam 2007


Gunung Bromo & Puncak Mahameru 2008


Semarang &Pantai Pangandaran 2009


Tanjung Perak Surabaya 2010


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL