Kompetensi Utama

Layanan


Marsda TNI AU Ibnoe Soebroto Berpulang ke Rahmatullah
Penulis Berita : Humas/Sgd • Fotografer : Humas/Sgd • 16 Jan 2017 • Dibaca : 18628 x ,

Suasana upacara pemakaman Marsda TNI AU Ibnoe Soebroto, Kepala LAPAN periode 1987-1991 di TMP Kalibata

Tembakan salvo mengiringi pemakaman Marsda TNI AU Ibnoe Soebroto, Kepala LAPAN periode 1987-1991, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (15/01). Beliau wafat sehari sebelumnya pada Sabtu, 14 Januari 2017 pukul 16.00 WIB, pada usia 85 tahun. Dipimpin oleh Inspektur Upacara Marsekal Muda TNI AU M. Nurullah, upacara militer berlangsung khidmat. 

Marsekal Muda TNI AU R. Ibnoe Soebroto Sastrodirdjo, demikian nama lengkapnya, pada tahun 1987 dilantik sebagai Ketua LAPAN menggantikan Marsdya TNI AU Iskandar. beliau sebelumnya menjabat Deputi KSAU Bidang Logistik.

Penunjukannya sebagai Ketua LAPAN, lantaran pengalamannya sebagai Komandan Sektor II pada Komando Pertahanan Udara, mengoperasikan radar dan dilengkapi dengan sarana peluru kendali untuk tujuan hankam.

Karir militer pria kelahiran Gresik ini dimulai pada masa remaja dengan keterlibatannya sebagai Komandan BKR Gresik menjelang masa kemerdekaan. Pada 5 Oktober 1945, ketika BKR Gresik dilebur menjadi TKR Batalyon I Resimen II Divisi VI (Narutama), Ibnoe Soebroto terpilih sebagai Komandan Batalyon dengan pangkat Letkol.

Pada masa kepemimpinannya, LAPAN meluncurkan roket terkendali dua tingkat berdiamater 150 milimeter pada tahun 1988. Pada waktu itu juga direncanakan pembuatan satelit untuk diluncurkan ke orbit rendah pada tahun 1993. Untuk itu dipersiapkan teknologi roket pelontar dan satelit dengan meningkatkan kemampuan tenaga peneliti di bidang tersebut dan perekrutan tenaga sarjana baru.

Kala itu, ia telah memikirkan pembangunan Pulau Biak di Papua sebagai tempat peluncuran roket di masa mendatang, yang dapat dikembangkan menjadi Bandar Antariksa Internasional. Pulau yang menghadap Samudera Pasifik dan berada dekat garis khatulistiwa itu merupakan tempat peluncuran paling strategis dan terdekat bagi peluncuran satelit ke orbit GSO. Sehingga biaya peluncuran lebih murah dan usia satelit lebih panjang. Pembangunan bandar antariksa tersebut, nantinya juga akan menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pembangunan pendidikan dan iptek di ITB.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL