Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Dukung Peningkatan Pemanfaatan Data Inderaja di Berbagai Sektor
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/AP • 24 Jan 2017 • Dibaca : 21118 x ,

Foto Bersama Kepala LAPAN dan Jajaran dengan Para Penerima Data Satelit Inderaja dan SPBP

LAPAN menyelenggarakan seremonial serah terima data satelit penginderaan jauh (inderaja) dan sistem Pemantauan Bumi Provinsi (SPBP) kepada para pengguna dari Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Provinsi di Indonesia. Kegiatan berlangsung di Gedung Indriya Bhuwana, Kantor Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, Jakarta Timur, Selasa (24/01). 

Dalam seremonial tahun ini, LAPAN menyerahkan data satelit inderaja kepada 32 instansi dan SPBP kepada sejumlah 19 pemerintah provinsi yang sudah menjalin kerja sama dengan LAPAN. Sedangkan data yang diserahkan kali ini adalah data satelit inderaja resolusi sangat tinggi, data resolusi tinggi SPOT-6/7, mosaic data landsat-8, mosaic data SPOT-6/7 terbaru, serta prototype SPBP.

Momentum kali ini merupakan tahun ke-4 peningkatan peran LAPAN dalam penyediaan data satelit penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan nasional. Sejak ditetapkannya Inpres Nomor 6 Tahun 2012 tentang penyediaan, penggunaan, pengendalian kualitas, pengolahan, dan distribusi data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dan diperkuat dengan adanya Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan, LAPAN berkomitmen dalam penyediaan data tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyampaikan, bahwa permintaan akan data satelit inderaja semakin meningkat. Apalagi, Indonesia mempunyai ratusan wilayah di tingkat kabupaten/kota. Agar pemanfaatannya lebih efektif dan efisien, maka layanan terhadap kebutuhan data di daerah menggunakan alur satu pintu, melalui SPBP. “Dengan demikian, distribusi data bisa lebih tepat, akurat, dan penyalurannya lebih optimal,” imbuhnya.

Kebijakan tersebut menurutnya sebagai salah satu tujuan untuk menginformasikan data-data yang tersedia, bagaimana memanfaatkan, serta bagaimana pengolahannya. Alur satu pintu juga sangat bermanfaat untuk mencegah adanya duplikasi anggaran. Ia berharap, hasil akuisisi data inderaja yang ada di Bank Data LAPAN benar-benar bisa memenuhi semua stakeholder. 

Sementara, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti mengungkapkan, untuk menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, LAPAN masih menargetkan sejumlah 15 provinsi lagi agar terpenuhi kebutuhan akan data inderaja. “Tahun ini kami merencanakan 10 provinsi dan sisanya akan dicapai sampai dengan tahun 2019,” paparnya. 

Namun kendalanya, LAPAN tidak dapat melakukan pengadaan citra satelit resolusi sangat tinggi pada tahun 2016. “Sehingga, tahun lalu kami hanya bisa memprioritaskan kebutuhan untuk kawasan ekonomi strategis, kawasan industri prioritas, dan Danau Toba,” imbuhnya. Harapannya, tahun ini LAPAN memperoleh dukungan anggaran untuk pengadaan tersebut. 

Kebutuhan data satelit inderaja dengan resolusi sangat tinggi sudah sangat dibutuhkan di Indonesia untuk berbagai keperluan di berbagai sektor. Apalagi Pemerintah Provinsi sedang giatnya menyusun Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) di daerahnya. Untuk memenuhi kebutuhan data inderaja, LAPAN berupaya meningkatkan peran tugas dan fungsinya yang secara kebijakan dilaksanakan oleh Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh dan Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh.

Untuk meningkatkan pemanfaatan tersebut, LAPAN menjalin kerja sama dengan para stakeholder sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan pemahaman tentang data inderaja dan penyebarluasannya kepada pengguna. Jalinan kerja sama sebagai upaya LAPAN dalam mendukung optimalisasi peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan data inderaja agar data tersebut bisa bermanfaat semaksimal mungkin.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL