Kompetensi Utama

Layanan


Penandatanganan PK dan RKT Wujudkan Komitmen LAPAN Layani Stakeholder
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/Sgd • 01 Feb 2017 • Dibaca : 21584 x ,

Kepala LAPAN sedang menandatangani naskah PK 2017 bersama dengan jajaran pejabat eselon I LAPAN

Rabu (01/02), Berlangsung penandatanganan naskah Perjanjian Kinerja (PK) Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) TA 2018. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Antariksa, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Naskah-naskah tersebut ditandatangani oleh seluruh jajaran pimpinan LAPAN Eselon I, II, dan III terkait (Kepala Balai). 

Naskah-naskah tersebut merupakan dokumen berisikan penugasan yang menjadi pedoman untuk melaksanakan program kegiatan berdasarkan indikator kinerja. Secara berurutan naskah ditandatangani berjenjang, mulai dari pejabat eselon tertinggi kepada pejabat structural satu tingkat eselon di bawahnya. 

Tujuan Penyusunan PK 2017 sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja pegawai, baik pejabat struktural maupun pejabat fungsional di lingkungan LAPAN. Hal ini sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan atau sanksi. 

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyampaikan, penandatanganan tersebut sebagai sarana evaluasi kinerja tahun 2016, yang kemudian hasilnya ditetapkan ke dalam PK 2017. Pada kesempatan ini, ia memaparkan laporan capaian PK berbasis balanced scorecard. Laporan tersebut memaparkan beberapa sasaran, yaitu meningkatnya penguasaan dan kemandirian Iptek Penerbangan dan Antariksa, meningkatnya layanan iptek penerbangan dan antariksa yang prima, terlaksananya penyelenggaraan keantariksaan yang memenuhi standar, terlaksananya pemanfaatan publik iptek penerbangan dan antariksa, meningkatnya kapasitas iptek penerbangan dan antariksa, tersedianya rumusan kebijakan yang implementatif, tersedianya DSS lintas sektoral untuk mitigasi bencana alam dan perubahan iklim, serta terselenggaranya reformasi birokrasi. 

Kepala LAPAN juga menyampaikan, program Reformasi Birokrasi dilaksanakan melalui implementasi tujuh program utama LAPAN, yang dijabarkan ke dalam tujuh program teknis, selanjutnya menjadi tujuh program Quickwins. Quickwins sendiri merupakan sub program yang berfokus pada program kemaritiman. Rencananya, akhir tahun ini akan dicapai sistem yang sudah terpadu, melalui satu pintu LAPAN. Hal tersebut sebagai sistem yang strategis mensinergikan kondisi sistem saat ini yang masih terpisah-pisah. Sebagaimana contoh saat ini LAPAN masih mengelola banyak sistem dengan sajian informasi yang berbeda-beda, seperti sistem pemantauan kebencanaan, Simba, Sadewa, SWIFT, sistem pemantauan benda jatuh antariksa, dan sebagainya. 

Ia menambahkan, sementara masih ada aplikasi lainnya di LAPAN yang menjadi tantangan untuk disinergikan. Menurutnya, sinergi layanan pemotretan wilayah menggunakan LSU dan layanan data AIS menggunakan satelit milik LAPAN harus segera terwujud untuk mendukung pemanfaatan data citra permukaan bumi. Dengan semakin banyaknya permintaan yang dilayani, bisa menjadi masukan bagi LAPAN untuk terus mengembangkan aplikasi yang dibangun dalam melakukan pengolahan data wilayah sesuai kebutuhan. “Meskipun hasil pengolahan citra satelit LAPAN-A3 dari segi resolusi belum begitu baik, namun hal tersebut dapat disinkronkan agar paradigma satu pintu dapat terwujud, yaitu koordinasi yang baik antar satker,” harapnya. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL