Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Akan Dukung French Trade Commission Business France dalam Kegiatan Pengelolaan Risiko dan Pencegahan Bencana Alam
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 20 Feb 2017 • Dibaca : 32950 x ,

Rachid, Perwakilan dari Perancis sedang menanggapi pemaparan Kepala LAPAN dalam sebuah diskusi

Senin (20/02), LAPAN menerima kunjungan perwakilan dari French Trade Commission Business France, Rachid Boulaouine di Ruang Rapat Manggala, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengintegrasikan bahan informasi rencana penyelenggaraan kegiatan semacam workshop yang dikemas dalam “Natural Disaster Prevention and Risk Management”.

Didampingi para deputi, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin membuka diskusi dengan mengenalkan empat kompetensi utama LAPAN berikut fasilitas penelitian yang dimiliki. Kompetensi tersebut adalah sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa.

Ia juga menjelaskan tujuh program utama LAPAN. Diawali dengan penjelasan sistem pendukung keputusan dinamika atmosfer equator. Masih terkait dengan sains, ia melanjutkan dengan menjelaskan program LAPAN terkait pengembangan sistem pendukung keputusan cuaca antariksa dan sistem pemantauan (observatorium nasional). 

Thomas kemudian menceritakan pengembangan teknologi roket LAPAN yaitu roket sonda yang akan dijadikan roket peluncur satelit. Sementara ini, peluncuran satelit milik LAPAN masih menggunakan roket peluncur milik India. 

LAPAN telah mengembangkan teknologi satelit yang ditunjukkan dengan keberhasilan peluncuran Satelit A1, A2, dan A3, dengan jenis satelit eksperimental. “Ke depan, kami berharap dapat mengembangkan satelit operasional,” ujarnya.

Di bidang penerbangan, LAPAN mempunyai program pengembangan teknologi aeronautika, yaitu pesawat transport dan sistem pemantau maritim berbasis pesawat tanpa awak. 

Sedangkan di bidang penginderaan jauh, LAPAN mempunyai bank data penginderaan jauh dan mengembangkan sistem pemantauan bumi nasional. Dalam hal ini, LAPAN sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai kewajiban menyediakan data tersebut mulai dari resolusi rendah, menengah, sampai resolusi tinggi, dengan lisensi pemerintah. 

Secara teknis, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti menjelaskan, kebutuhan data inderaja bermanfaat untuk mendukung berbagai sektor kebutuhan mulai dari sektor pertanian, kehutanan, lingkungan, mitigasi bencana, dan sebagainya. “Saat ini kami berperan sebagai data provider bagi BNPB dalam melakukan monitoring bencana di Indonesia,” paparnya memberikan contoh. 

Selain itu, LAPAN mendukung pemantauan hotspot yang dapat digunakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam upaya memantau kebakaran hutan. “Bahkan pemantauan hotspot tersebut sudah dapat ditemui dalam aplikasi android,” imbuh Kepala LAPAN. Kegiatan mitigasi bencana lainnya yang didukung melalui pemanfaatan data inderaja yaitu pemantauan gunung berapi.

Selanjutnya, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti menjelaskan lebih detil terkait riset bidang penerbangan, yaitu pembangunan pesawat transportasi N219. “Untuk membangun pesawat tersebut, LAPAN menjalin kerja sama dengan PT. DI. LAPAN membuat desain sampai dengan prototype, selanjutnya PT. DI bertugas memproduksi pesawat tersebut,” jelasnya. 

Selain itu, ia memaparkan bahwa LAPAN mengembangkan pesawat tanpa awak untuk pemantauan maritim. Dalam hal ini, LAPAN menggandeng BIG untuk melakukan pemetaan wilayah. Pesawat jenis UAV ini juga bermanfaat untuk melakukan pemantauan kegiatan illegal logging di wilayah Sumatera.

Sementara, Rachid menanggapi adanya beberapa potensi yang dapat digali dari LAPAN untuk dapat menyukseskan rencana kegiatan yang akan diselenggarakan tahun 2017 ini. Pihaknya sangat tertarik untuk mengeksplor bahan informasi terkait mitigasi bencana dan pengembangan teknologi aeronautik. Ia berharap, dukungan LAPAN dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengenalkan bidang-bidang yang ditawarkan, seperti argo teknologi, teknologi dan aplikasinya, industri, termasuk ilmu pengetahuan dan edukasi.

Selanjutnya, pemetaan kembali terhadap kebutuhan informasi yang akan dimanfaatkan akan ditindaklanjuti oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Chris. Dewanto, untuk membahas lebih mendetil lagi mengenai teknis pelaksanaan kegiatan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL