Kompetensi Utama

Layanan


Menristekdikti: Mudah-mudahan terbang perdana N219 tepat waktu
Penulis : Fauzan Jamaludin • Media : merdeka.com • 28 Feb 2017 • Dibaca : 5431 x ,



Merdeka.com - Pesawat N219 saat ini dikabarkan sudah memasuki tahap akhir pengembangan. Pesawat N219 merupakan pesawat dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi Civil Aviation Safery Regulation (CASR). Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PT. Dirgantara Indonesia (DI) dengan pengembangan program dilakukan oleh PT.DI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Pesawat N219 telah melakukan berbagai pengujian, misalnya electrical grounding bonding test, leak test dan cleaning test di fuel tank, untuk memastikan tidak adanya kebocoran, selain itu telah dilakukan pengujian landing gear drop test dan electrical power test. Pesawat N219 prototype pertama saat ini masih dalam proses yang disebut basic airframe dan basic system instalation.

Kemudian setelah itu akan melakukan berbagai macam uji fungsi (functional test) untuk memastikan setiap komponen berfungsi dengan baik. Lalu kini sedang dilakukan pula wing static test untuk prototype pertama pesawat N219. Terbang perdana pesawat N219 rencananya akan dilakukan paling lambat pertengahan tahun ini.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para jajaran PT.DI yang sudah bekerja keras mewujudkan pesawat hasil karya anak bangsa, begitupun dengan proses sertifikasinya. Mudah mudahan schedule yang telah direncanakan bersama dengan Kemenhub, LAPAN, Kementerian Perindustrian dan pihak lainnya bisa berjalan dengan baik," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MenristekDikti) Mohamad Nasir dalam keterangan resminya kepada Merdeka.com, Selasa (28/2).

Setelah terbang perdana, nantinya prototype yang dibuat harus melakukan 300 jam terbang Flight Test yang diperlukan agar memberikan bukti akan keselamatan penumpang sesuai yang disyaratkan dalam regulasi. Pesawat N219 merupakan pesawat angkut ringan yang memiliki kemampuan dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis. Pesawat N219 memiliki keunggulan-keunggulan diantaranya dapat lepas landas dalam jarak pendek, dapat lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak beraspal. Kemudian dapat self starting tanpa bantuan ground support unit, dapat beroperasi dengan ground support equipment yang minim.

Selain itu memiliki kabin terluas dikelasnya dan memiliki biaya yang kompetitif, dapat terbang rendah dengan kecepatan yang sangat rendah mencapai 59 knots. Pesawat ini juga dilengkapi Multihop Capability Fuel Tank, teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya. [idc]




Sumber : https://www.merdeka.com/teknologi/menristekdikti-mudah-mudahan-terbang-perdana-n219-tepat-waktu.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL