Kompetensi Utama

Layanan


Presiden CNES Berdiskusi dengan Peneliti LAPAN Bahas Perkembangan Teknologi Keantariksaan
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/And • 01 Mar 2017 • Dibaca : 23420 x ,

Presiden CNES, Dr. Jean-Yves Le Gall menanggapi pertanyaan dari para peneliti LAPAN dalam diskusi yang digelar sebagai rangkaian dari seremonial penandatanganan naskah kerja sama LAPAN dan CNES

Selasa (28/2), berlangsung Kuliah Umum dan Dialog dengan Presiden Centre National d’Etudes Spatiales (CNES), Dr. Jean-Yves Le Gall di Balai Pertemuan Dirgantara, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat dan para peneliti LAPAN.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama antara LAPAN dengan CNES, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin berharap, agar kedua pihak saling menguatkan dalam mengimplementasikan kerja sama. “Saya harap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para peneliti LAPAN dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM di bidang teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, dan hal terkait lainnya. Ia kembali mengingatkan, kesempatan kali ini adalah manifestasi dari seminar bersama yang telah diselenggarakan pada Oktober 2016.

“Mudah-mudahan kunjungan Presiden CNES ke Kantor LAPAN dapat membuka peluang kerja sama di bidang-bidang lainnya seperti teknologi keantariksaan, khususnya teknologi roket, teknologi satelit, dan penguasaan teknologi penginderaan jauh. 

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN memaparkan bahwa LAPAN sedang mengembangkan satelit mikro. LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat telah diluncurkan tahun 2007, LAPAN-A2/LAPAN-Orari pada tahun 2015, dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB pada tahun 2016. “Semoga Satelit LAPAN-A4 dapat meluncur tahun 2019, dilanjutkan dengan LAPAN-A5 yang akan menjadi satelit eksperimen terakhir. Setelah seluruh satelit eksperimen selesai, LAPAN akan mengembangkan satelit operasional berdasar satelit mikro,” ungkapnya.

Kepala LAPAN juga menjelaskan teknologi balon amosfer yang dikembangkan CNES adalah salah satu topik kerja sama LAPAN dengan CNES.

Sementara, Presiden CNES mengatakan dalam kunjungan pertama kalinya ke LAPAN, menjadi sejarah yang ditorehkan oleh tidak hanya LAPAN dan CNES, namun juga Indonesia dan Perancis. 

Ia menjelaskan beberapa program keantariksaan yang dijalankan oleh CNES/Perancis. CNES sebagai Badan Antariksa Perancis berdiri tahun 1961. CNES mengalami kemajuan pesat di Bidang Teknologi Antariksa. Ada beberapa program utama CNES yang berada di bawah European Commission seperti Access to Space, Civil Applications of Space, Sustainable Development, Science and Technology Research, serta Security and Defence.

Secara umum ia menjelaskan pengembangan dan pemanfaatan teknologi satelit navigasi galileo, pemanfaatan satelit untuk penelitin perubahan iklim global, maupun penelitian menggunakan baloon, eksplorasi Planet Mars, Jupiter, observasi bumi, pengembangan teknologi roket, pertahanan, telekomunikasi, keterlibatan CNES dalam proyek stasiun antariksa dan aplikasinya, serta pengembangan energi dan kerja sama bidang keantariksaan lainnya. 

CNES telah melakukan perubahan paradikma dari melakukan penelitian, pengembangan, uji coba dan aplikasi, kepada proses apa yang dibutuhkan, diinginkan,dan yang dapat dimanfaatkan melalui teknologi antariksa. Hal ini sesuai dengan tema kuliah umum yaitu “Inventing the Future of Space”. 

Acara dilanjutkan dengan Diskusi. Para peneliti LAPAN berkesempatan menanyakan kepada Presiden CNES terkait dengan pengembangan teknologi roket, pengolahan data satelit penginderaan jauh, dan tindak lanjut proposal yang pernah diajukan pihak CNES ke LAPAN, serta rencana tracking Roket Vega, pembangunan bandar antariksa dan penelitian iklim menggunakan balon, dan lain-lain. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL