Kompetensi Utama

Layanan


Pesawat Lokal Bangkit
Penulis : Debbie Sutrisno antara • Media : Republika.co.id • 07 Mar 2017 • Dibaca : 5528 x ,

JAKARTA -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, produksi pesawat N-219 bautan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadi salah satu target produksi inovasi teknologi pada 2017.

"Pesawat N-219 sekarang masuk persiapan sertifikasi, rencananya, uji terbang pekan kedua atau keempat Januari 2017. Kita berharap pesawat ini sukses uji kelaikan terbang dan mengantongi cukup jam terbang yang dibutuhkan hingga produksi bisa segera berjalan," kata Nasir di Jakarta, Rabu (29/12).

Pesawat N-219 berkapasitas 19 penumpang ini, menurut Nasir, harus melalui uji sayap dan landing gear melalui uji kelaikan terbang guna memperoleh sertifikat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengacu pada standar penerbangan internasional. Sehingga, jika uji terbang tersebut bisa sukses dilakukan pada minggu kedua atau keempat Januari 2016, kesempatan produksi akan semakin dekat. "Jika pesawat ini benar-benar terwujud untuk diproduksi maka harganya akan sangat kompetitif," ujar Nasir.

Sebelumnya, Dirjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Ape mengatakan, jika uji terbang sukses dan sertifikat bisa diperoleh dan dapat diproduksi maka bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 di Makassar nanti akan terbang perdana secara resmi.

Pesawat tipe turbo proop ini dikembangkan bersama PTDI dan Lapan dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan kargo.

N219 yang ditargetkan untuk mampu memenuhi pasar Indonesia, Asia, dan Afrika ini berbahan aluminium 20 dan 24, seperti yang digunakan pada NC212 dan CN235. Sejumlah komponen yang digunakan pada pesawat ini merupakan hasil produksi lokal, contohnya landing gear yang dibuat gabungan perusahaan lokal.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pengembangan dua pesawat terbang lokal, yakni R-80 serta N-245 masuk dalam daftar revisi Proyek Strategis Nasional (PSN). "Dua proyek pengembangan pesawat tersebut dianggap cukup strategis. Alasannya, proyek ini bisa meningkatkan kemandirian Indonesia dalam penyediaan pesawat jarak menengah," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Telekomunikasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan.

Putu menjelaskan, proyek pesawat N-245 merupakan pengembangan dari pesawat CN-235 yang dikerjakan oleh PTDI. Sedangkan, R-80 merupakan pesawat menengah dengan daya angkut 80 hingga 100 penumpang yang dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri.

Menurut Putu, apabila dua proyek pengembangan ini masuk revisi Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan PSN tersebut, akan lebih mudah mendapatkan dukungan pemerintah. Dukungan yang dimaksud adalah fasilitas pengujian prototipe serta jaminan lainnya sebagai PSN.

"Fokus pengembangan industri hingga 2035, untuk sektor industri kedirgantaraan adalah pengembangan pesawat, komponen pesawat, dan perawatan pesawat," kata Menperin Airlangga Hartarto pada acara penyerahan kontrak pembelian pesawat terbang CN235-220M MPA oleh Angkatan Udara Republik Senegal dan ferry flight pesawat CN235-220 M MPA dari Bandung ke Senegal di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, ekspor pesawat yang dilakukan PTDI bisa memperlihatkan pesawat dari Indonesia diakui banyak negara. Bahkan, sejumlah negara di Asia, seperti Korea Selatan rutin membeli pesawat dari PTDI. "Ini laiknya legitimasi dari PTDI, memperlihatkan bahwa pesawat mereka memiliki kualitas baik hingga diekspor ke banyak negara," kata Arista.

Melihat itu, pesawat buatan Indonesia ini seharusnya sudah laik dipakai oleh maskapai dalam negeri. Perusahaan penerbangan ini bisa memesan pesawat ukuran kecil, seperti tipe ATR untuk digunakan dalam penerbangan antara kota atau pulau dengan jarak pendek dan jumlah penumpang sedikit.



Sumber : http://www.republika.co.id/berita/koran/ekonomi-koran/16/12/29/oixz5623-pesawat-lokal-bangkit








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL