Kompetensi Utama

Layanan


Temukan Ladang Ganja 1,5 Ha Di Madina, BNN Akan Pacu Program Alternatif Development
Penulis : Redaksi • Media : Mohganews.com • 09 Apr 2017 • Dibaca : 12819 x ,

MohgaNews|Madina - tim dari Badan Narkotika Nasional RI dibantu personil BNNK Mandailing Natal (Madina) bersama TNI/Polri mengadakan operasi pemusnahan ladang ganja di Tor Sihite Panyabungan Timur dan wilayah Desa Simandolam Kecamatan Kotanopan pada Kamis (6/4) kemarin. Hasilnya, tim dari BNN RI yang dikordinir oleh Analis Pemetaan Jaringan Narkotika BNN RI, Kombes Pol Ghiri Prawijaya menemukan ladang ganja seluas 1,5 Ha.

Sebelumnya, tim dari Polres Madina juga menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas 2 Ha hasil operasi beberapa hari sebelumnya. Kepala BNNK Madina, AKBP S Bangko kepada MohgaNews, Jumat (7/4) mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan pada hari Kamis kemarin. Tim gabungan berangkat pagi sekitar pukul 8.00 Wib dan pulang sore lalu tiba di kantor BNNK sekitar pukul 18..00 Wib. Ia menyebut, operasi ini gabungan dari tim BNN RI, BNNK Madina, dibantu unsur TNI, Brimob, dan anggota Dalmas Polres Madina. "Hasilnya, tim menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas lebih kurang 1,5 ha, bervariasi, ada yang udah dipanen dan masih di jemur termasuk barang bukti ganja kering dalam karung, seluruhnya di musnahkan dengan cara dibakar. Batang Ganja di musnahkan puluhan Ribu Batang. ladang ganja ditemukan di bukit Tor sihite Desa Simandolam Kecamatan Kotanopan juga Kecamatan Panyabungan Timur," ungkap AKBP S Bangko .

S Bangko menerangkan, penemuan ladang ganja tersebut dilakukan oleh Tim berantas BNNK Madina dan dibantu masyarakat setempat yang tidak mau daerahnya dicemari oleh tanaman ganja. "Dan kami dari BNNK Madina mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar mau memberikan informasi tentang keberadaan ladang yang ada diwilayahnya. Agar ditindak lanjuti pemusnahan oleh aparat keamanan bersama BNN," imbaunya. Sementara, kordinator tim BNN RI, Kombes Pol Ghiri Prawijaya kepada wartawan mengatakan, dalam pemetaana ladang ganja tersebut, BNN RI telah bekerja sama dengan LAPAN, menggunakan satelit.

Hasil pencarian satelit tersebut, ditemukan masih ada ladang ganja di titik bukit Tor Sihite. "Kami bekerja sama dengan LAPAN dan menggunakan satelit guna mengetahui keberadaan ladang ganja tersebut, hasil temuan satelit ini ditindaklanjuti personil BNNK Madina guna mencek dan memastikan keberadaannya. Ternyata benar, kami menemukan ladang ganja seluas sekira 1,3 hingga 1,5 Ha di Tor Sihite," ujar Ghiri. Ia memastikan, Negara tidak akan membiarkan peredaran narkotika ini, dan tidak hanya pokus pada pemusnahan saja, tetapi juga pencehagan sekaligus program alih fungsi.

"Kami berterima kasih bagi segenap pihak yang membanu, personil TNI/Polri. Perlu kami beritahu, ketika kami berada disana, ada dua orang yang sedang memanen daun ganja, mengetahui kedatangan kami, mereka langsung kabur dan lolos, karena mereka mengenal betul medan nya, sementara petugas kita masih belum, makanya mereka lolos," ungkapnya. Ghiri menambahkan, BNN RI juga memiliki program Alternatif Development. Program ini bertujuan guna merubah pola pikir maupun kultur yang sudah lama dilakukan masyarakat yaitu bertani ganja. "Program Alternatif development inilah nantinya untuk alih fungsi ladang ganja menjadi tanaman komoditi sayur, kopi dan sebagainya. Agar masyarakat benar-benar mau meninggalkan pekerjaan menanam ganja. Kita mengakui bahwa narkotika ini tidak bisa dihilangkan 100 persen, dan yang berhasil baru negara Thailan, tapi kita akan terus berusaha menangkap pelaku dan menghilangkan keinginan masyarakat yang tergantung dengan narkotika, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan narkoba, sehingga mereka mengatakan 'say no to drug'," sebut Ghiri.

Sumber : http://www.mohganews.co.id/area/1594-temukan-ladang-ganja-1-5-ha-di-madina-bnn-akan-pacu-program-alternatif-development








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL