Kompetensi Utama

Layanan


Kedubes Jerman Jajaki Kerja Sama dengan LAPAN
Penulis Berita : Humas/AP • Fotografer : Humas/AP • 12 Apr 2017 • Dibaca : 23283 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyerahkan cindera mata ke perwakilan Kedubes Jerman untuk Indonesia, Dr. Svann Langguth saat kegiatan kunjungan

Berangkat dari sejarah kerja sama Indonesia dengan Jerman dalam pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa, Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedubes Jerman untuk Indonesia, Dr. Svann Langguth mengunjungi Kantor LAPAN Pusat, Jakarta, Rabu (12/04). Kunjungan tersebut untuk menjajaki bidang kerja sama yang bisa dikembangkan Indonesia-Jerman di bidang penerbangan dan antariksa.

Svann disambut baik Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Pada pertemuan ini, Kepala LAPAN didampingi jajarannya, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiart dan Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN menjelaskan, LAPAN memiliki sejarah kerja sama di bidang penerbangan dan antariksa dengan Jerman. Merincikan pernyataannya, Thomas menjelaskan hasil litbangyasa LAPAN yang dikembangkan bersama TU Berlin. Produk litbang tersebut yaitu Satelit LAPAN A1/LAPAN-TUBSat. Satelit mikro eksperimental tersebut selesai dibuat pada tahun 2007. LAPAN juga bekerja sama dengan TU Berlin-Stemme dalam mengembangkan pesawat LSA. 

Dalam kunjungan tersebut, Kepala LAPAN juga memaparkan empat kompetensi LAPAN. Kompetensi tersebut meliputi sains antariksa dan sains atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Implementasi dari kompetensi tersebut antara lain dimanfaatankan dalam mengembangkan Pesawat Terbang N219, serta rencana perkembangannya menjadi N270 di tahun 2025. LAPAN juga menyediakan data-data penginderaan jauh untuk hotspot (titik panas), Zona Potensi Penangkapan Ikan yang dimanfaatkan nelayan, dan sebagainya. 

Ia juga menjelaskan regulasi-regulasi terkait LAPAN seperti UU No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan serta Inpres No. 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas, Pengolahan dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi. Dari dasar hukum tersebut terdapat pembatasan, bahwa data inderaja hanya boleh disediakan oleh LAPAN. Hal ini selanjutnya sebagai dasar hukum yang dijadikan acuan dalam menjalankan kerja sama di bidang teknologi penerbangan dan antariksa.

Perwakilan Kedubes Jerman sangat antusias dalam menerima pemaparan Kepala LAPAN. Banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan seperti tentang anggaran LAPAN. Thomas menanggapi bahwa anggaran multiyear LAPAN saat ini dialokasikan untuk pengembangan Observatorium Nasional di Kupang. Sedangkan untuk pengembangan teknologi lain terkendala dengan sangat ketatnya pemerintah dalam menyeleksi pengajuan anggaran multiyear. Mereka juga menyatakan akan mengevaluasi hasil kunjungan ini untuk dijadikan acuan dalam menjajaki kerja sama dengan Indonesia.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL