Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia Kekurangan Ilmuwan Antariksa
Penulis : Redaksi • Media : cakrawalanews.co.id • 03 May 2017 • Dibaca : 14533 x ,

CN, Jakarta - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Thomas Djamaludin menegaskan kebutuhan teknologi antariksa dan penerbangan semakin besar. Terlebih dengan perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat.

“Perguruan tinggi seperti UMB diharapkan mampu menyumbangkan ilmuwan antariksa dan penerbangan dimasa mendatang,” kata Prof. Thomas Djamaludin usai menghadiri seminar A Golden Tip Toward World Class University di kampus UMB, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Menurutnya keberadaan ilmuwan antariksa di Indonesia masih sangat minim. Jumlahnya sangat terbatas sekali, perkembangan teknologinya pun menjadi terbatas. Padahal teknologi antariksa itu menjadi tulang punggung bagi kemajuan negara kepulauan seperti Indonesia ini. Sebagai bukti hampir setiap saat aktifitas masyarakat terhubung dengan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut sangat berkaitan pada satelit. Dan satelit merupakan bagian dari penerapan ilmu antariksa.

“Di Cina sudah terbangun komunitas antariksawan. Mirip kawasan yang isinya ilmuwan dari berbagai displin ilmu. Jumlahnya sangat besar. Banyak sekali,” paparnya.

Tidak heran, menurut dia beberapa negara tersebut memiliki kemajuan pesat dalam teknologi antariksa. Bahkan mampu memproduksi satelit dalam jumlah sangat banyak hanya tempo yang singkat.
Terkait itulah, dia selalu mendorong perguruan tinggi mampu melahirkan ilmuwan masa depan. Kerjasama tenaga dosen dan peneliti LAPAN juga terus dilakukan. Agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ilmuwan antariksa.

Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho menegaskan Universitas Mercu Buana terus berjuang meningkatkan kualitas dirinya. Agar mampu menjadi kampus berkelas dunia dengan meningkatkan kemampuan riset.

“Tentu pengaruh lain yang harus diakui dari perguruan tinggi berkelas dunia adalah karya riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM.

Menurutnya proses mencapai perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak mudah. Perlu perjuangan yang terus menerus dan focus. Terutama pada sumbangsih bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan perdababan manusia.

Terkait itulah, sambung dia Universitas Mercu Buana terus bekerja meningkatkan kualitas riset yang dihasilkan. Dengan harapan karya riset tersebut mampu meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan jaman.

Rektor berkeyakinan kerja keras sivitas kampus mampu memberikan terobosan. Hal tersbut dapat terlihat dari kuantitas dan kualitas riset yang dihasilkan. Kenyataan itulah yang secara perlahan menjadi indicator bagi meningkatnya kualitas perguruan tinggi.

“Maka dalam beberapa tahun saja UMB bisa masuk sebagai kampus berkelas dunia,” paparnya.

Pada sisi lain, dia menegaskan kualitas perguruan tinggi berkelas dunia juga harus didukung oleh sarana pendidikan memadai. Misalkan asrama bagi mahasiswa, laboratorium terbaik hingga tenaga pengajar yang berkualitas.

Semua itu, menurutnya sudah mulai terpenuhi di UMB. Terbukti dengan tersedianya asrama bagi mahasiswa asing yang ingin berkuliah di UMB. Bahkan laboratorium yang tersedia pun terus mengalami peningkatan peralatannya.

“Kini UMB juga terus meningkatkna kualitas dosen. Melalui kesempatan berkuliah dan mengikuti kegiatan-kegiatan keilmuan di luar negeri,” paparnya.
- See more at: http://www.cakrawalanews.co.id/artikel/1021/Indonesia-Kekurangan-Ilmuwan-Antariksa/#sthash.7FcnFFTQ.dpuf



Sumber : http://www.cakrawalanews.co.id/artikel/1021/Indonesia-Kekurangan-Ilmuwan-Antariksa/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL