Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Bangun Budaya Kerja Baru di Kalangan Peneliti dan Perekayasa LAPAN
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 08 May 2017 • Dibaca : 16642 x ,

Kepala LAPAN menanggapi pertanyaan para peneliti dan perekayasa saat dialog program di Pusat Teknologi Roket

Kepala LAPAN melakukan dialog program dengan peneliti dan perekayasa LAPAN. Kegiatan tersebut sebagai rangkaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi LAPAN, untuk membangun budaya kerja yang baik. Dialog pada kunjungan pertama berlangsung di Kantor Pusat Teknologi Roket dan Pusat Teknologi Penerbangan, Bogor, Jawa Barat. 

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin berharap, kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya baru bagi peneliti dan perekayasa yang berlandaskan kebersamaan. “Saya menghendaki, pelaksanaan Reformasi Birokrasi di LAPAN harus didukung dengan tata kelola organisasi yang baik. Maka komunikasi antar peneliti dan perekayasa harus terbangun untuk melahirkan sinergitas yang bisa mendorong tercapainya program utama LAPAN,” jelasnya.

Selama ini, sudah terbiasa rasanya, terdengar adanya dikotomi di berbagai hal. Hal tersebut terjadi misalnya antara pejabat struktural dan fungsional, ataupun antar fungsional itu sendiri. “Di LAPAN terdapat banyak pusat yang mempunyai gaya sendiri-sendiri. Namun semua berorientasi pada pelayanan publik,” jelasnya. Maka, dengan dialog terbuka ini, ia ingin menghilangkan ‘sekat-sekat’ tersebut. Sehingga antar unit saling mengisi, bersama-sama membangun suatu kegiatan untuk mencapai program yang direncanakan. 

Dari pertemuan tersebut, ide dan gagasan yang muncul bisa dijadikan pandangan untuk memperbaiki kekurangan yang ada di LAPAN. Berbicara mengenai pusat unggulan, LAPAN harus mengantongi kriteria yang berbasis pada kompetensi dan layanan informasi.

Pada prinsipnya, lanjut Kepala LAPAN, banyak pihak yang menggunakan layanan produk LAPAN. Maka, ia menginginkan, para peneliti dan perekayasa LAPAN dapat menunjukkan potensinya sebagai SDM unggul dengan produk teknologi unggulannya. “Dari situ akan muncul paten untuk produk litbangyasa LAPAN. Muncul pula para ahli sesuai dengan bidang kepakarannya,” imbuhnya. Sebagaimana ia contohkan, mereka bisa menjadi pengajar di lingkungan perguruan tinggi atau pengedukasi bagi masyarakat. 

Saat ini, LAPAN mempunyai keterbatasan SDM dan anggaran. Padahal, anggaran LAPAN, dijelaskannya, mulai berbasiskan program. Menurutnya, program nasional adalah prioritas nasional. Sementara prioritas nasional ini menjadi bagian tugas Kementerian. Untuk lembaga seperti LAPAN, sifatnya hanya sebagai supporting unit. Nantinya, LAPAN menjabarkannya ke dalam prioritas kegiatan. 

Hal itu menjadi tantangan LAPAN secara nasional agar hasil produk teknologi LAPAN dapat memberikan manfaat. Untuk memantapkan itu, LAPAN memanfaatkan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Maka, ia mengarahkan, agar para peneliti dan perekayasa aktif dalam mengajukan proposal, berisi terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerja dan produk yang dihasilkan. 

Sebagai pembuka, Kepala LAPAN memberi kesempatan kepada Kepala Satker untuk memaparkan kondisi SDM dan permasalahan yang sedang dihadapinya. 

Kepala Pusat Teknologi Roket (Pustekroket), Sutrisno, menyampaikan berbagai problematika yang dihadapi kepusatannya. Sutrisno menyampaikan pemetaan SDM peneliti dan perekayasa di Pustekroket dalam tantangannya menghadapi sistem kerekayasaan untuk mengunggulkan program utama.

Untuk memperbaiki struktur organisasi kerekayasaan dengan lebih sempurna, Kepala LAPAN menyarankan, agar para peneliti dan perekayasa tumbuh menjadi satu rumpun yang kuat untuk mengolah program. Masing-masing punya hak dan kewajiban yang berjalan mengarah pada tujuan yang sama. 

Namun memang untuk mencapai program utama LAPAN, sangat diperlukan peralatan teknologi canggih dan fasilitas penunjang lainnya. Hal tersebut bisa diperoleh jika para peneliti dan perekayasa bisa menjalankan hak dan kewajibannya dalam menggagas program dengan baik. Mereka juga harus aktif dalam menciptakan peluang dalam mengkreasikan kegiatan dengan optimal untuk mengeliminir kendala-kendala yang dihadapi.

“Sekarang LAPAN sudah mempunyai Rencana Induk Keantariksan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017. Dari Renduk tersebut, LAPAN mempunyai program utama yaitu pembangunan RPS dan Bandar antariksa. Maka untuk mendukungnya, saya membuka komunikasi seluas-luasnya untuk saling menginformasikan, memberikan masukan yang baik guna tercapainya program tersebut,” ujarnya. 

Sementara, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang), Gunawan S. Prabowo menyampaikan, untuk mencapai produk riset penerbangan, SDM Pustekbang berbasiskan perekayasaan. Kondisi ini untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hal tersebut untuk mendorong program utama Pustekbang dalam upaya pengembangan pesawat transportasi dan pesawat tanpa awak.

Kepala LAPAN menanggapi, jika saat ini belum bisa mencapai visi dan misi secara ideal, maka LAPAN harus bisa mengerahkan seluruh kemampuan yang ada secara optimal. Termasuk pemetaan SDM sangat menentukan dalam upaya peningkatan capaian program secara bertahap. “ 

Di akhir acara, Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto menyampaikan paparan tentang Peraturan Kepala LAPAN Nomor 13 Tahun 2016 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) di lingkungan LAPAN. KCKR ini sangat bermanfaat agar dokumentasi peneliti dan perekayasa terekam dengan baik. 

Keberadaan peraturan tersebut berangkat dari pemikiran banyaknya lokal konten sebagai dokumen penting milik LAPAN. Namun keberadaannya belum tersimpan dalam satu sistem yang dikelola dengan baik. “Lokal konten merupakan aset intelektual institusi, dalam hal ini LAPAN,” jelasnya. 

Maka, ia mengajak agar seluruh unit di LAPAN ikut berpartisipasi menyukseskan program KCKR. “Sulitnya mencari koleksi hasil litbangyasa bisa menghambat proses peningkatan riset di LAPAN. Sebab, dokumentasi sangat penting untuk menjalin kesinambungan program dan pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Utama, I.L. Arisdiyo, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Hukum, Ani Retnowati, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Henny Setyaningsih, dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Triyadi.



Kepala LAPAN dan jajarannya saat melakukan dialog program dengan para peneliti dan perekayasa Pusat Teknologi Penerbangan


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL