Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia Kekurangan Ilmuwan Antariksa
Penulis : Andika Primasiwi • Media : suaramerdeka.com • 03 May 2017 • Dibaca : 15392 x ,

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Thomas Djamaludin menegaskan kebutuhan teknologi antariksa dan penerbangan semakin besar. Terlebih dengan perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat.

“Perguruan tinggi seperti Universitas Mercu Buana (UMB) diharapkan mampu menyumbangkan ilmuwan antariksa dan penerbangan dimasa mendatang,” kata Prof. Thomas Djamaludin usai menghadiri seminar A Golden Tip Toward World Class University di kampus UMB, Jakarta.

Dia menegaskan keberadaan ilmuwan antariksa di Indonesia masih sangat minim. Jumlahnya sangat terbatas sekali, perkembangan teknologinya pun menjadi terbatas. Padahal teknologi antariksa itu menjadi tulang punggung bagi kemajuan negara kepulauan seperti Indonesia ini.

Sebagai bukti, sambung dia hampir setiap saat aktivitas masyarakat terhubung dengan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut sangat berkaitan pada satelit. Dan satelit merupakan bagian dari penerapan ilmu antariksa. “Di Cina sudah terbangun komunitas antariksawan. Mirip kawasan yang isinya ilmuwan dari berbagai displin ilmu. Jumlahnya sangat besar. Banyak sekali,” paparnya.

Tidak heran, menurut dia beberapa negara tersebut memiliki kemajuan pesat dalam teknologi antariksa. Bahkan mampu memproduksi satelit dalam jumlah sangat banyak hanya tempo yang singkat. Terkait itulah, dia selalu mendorong perguruan tinggi mampu melahirkan ilmuwan masa depan. Kerjasama tenaga dosen dan peneliti LAPAN juga terus dilakukan. Agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ilmuwan antariksa.


Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/indonesia-kekurangan-ilmuwan-antariksa/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL