Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Hadiri Sidang ke-60 UNCOPUOS
Penulis Berita : Humas/AHIDA • Fotografer : Dok. KBRI Wina • 15 Jun 2017 • Dibaca : 11636 x ,

Suasana sidang ke-60 UNCOPOUS yang berlangsung di Wina, Austria. Nampak dalam layar, Kepala LAPAN menyampaikan pandangan umum delegasi RI

Sidang ke-60 United Nations Committee on Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS) berlangsung tanggal 7-16 Juni 2017 di Wina, Austria. Wina (15/06), delegasi RI yang terdiri dari LAPAN, KEMLU, KEMHAN, TNI AU, serta pejabat dari Kedutaan Besar RI di Wina menghadiri sidang tersebut. Rombongan delegasi dipimpin Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. 

Sidang kali ini membahas beberapa agenda penting, antara lain berbagai cara dan upaya menjaga antariksa untuk tujuan damai, antariksa dan pembangunan berkelanjutan, laporan sidang sub-komite ilmiah dan teknik, laporan sub-komite hukum, antariksa dan air, antariksa dan perubahan iklim, pemanfaatan antariksa oleh badan-badan PBB, peran COPUOS di masa depan, dan Lain-lain. 

Delegasi Indonesia menyampaikan pandangan umum dan intervensi terkait pembahasan beberapa mata agenda. Dalam pandangan umumnya, delegasi RI mengingatkan kembali, antariksa harus sepenuhnya digunakan hanya untuk tujuan damai. Dalam kaitan itu, delegasi RI menggarisbawahi pentingnya Resolusi Majelis Umum PBB No. 71/90 khususnya paragraf 13 dan 14. Intinya yaitu mencegah perlombaan sejata di antariksa dan berupaya agar antariksa hanya digunakan untuk tujuan damai. Delegasi RI juga mendorong kerja sama internasional, regional, dan interregional.

Dalam pandangan umumnya itu, delegasi RI menegaskan kembali posisinya tentang definisi dan delimitasi serta penggunaan GSO. Pihaknya tetap menghendaki agar kedua topik tersebut tetap dibahas dalam sidang-sidang COPUOS maupun sidang-sidang subkomite ilmiah dan teknik serta subkomite hukum.

Terkait isu GSO, Kepala LAPAN RI menyampaikan intervensinya. Ia menyatakan kembali posisi RI terkait isu GSO yang merupakan sumberdaya yang terbatas dan harus dimanfaatkan secara rasional, berimbang, efisien, dan adil. Sehubungan dengan hal tersebut, delegasi RI mengusulkan adanya rezim hukum khusus atau sui generis terkait pemanfaatan GSO. Sehingga hal itu menjamin akses yang adil (equitable access), penggunaan secara bebas (freedom use), tidak dikuasai negara tertentu saja (non-appropriation), dan secara ekslusif hanya untuk tujuan damai.

Beberapa isu penting yang mengemuka pada pelaksanaan sidang COPUOS kali ini antara lain adanya pro-kontra masuknya Korea Utara sebagai salah satu peninjau tetap (permanent observer), pro-kontra pengusulan Israel menduduki posisi second vice chairman COPUOS untuk 2018-2019, persiapan penyelenggaraan UNSPACE+50, dan peningkatan peran COPUOS di masa depan.


Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin sedang menyampaikan pandangan umum dan intervensi delegasi RI dalam sidang ke-60 UNCOPOUS yang berlangsung di Wina, Austria


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL