Kompetensi Utama

Layanan


Sisa Roket Tiongkok Jatuh di Maninjau, Thomas: Jika Sampah Antariksa Menimpa Manusia, Negara Pemiliknya Bisa Dituntut
Penulis : HS/Oneal • Media : halosumbar.com • 19 Jul 2017 • Dibaca : 4990 x ,

HaloSumbar.com – Benda misterius diduga sisa roket Tiongkok yang jatuh di Maninjau, Selasa kemarin (18/7), tidak hanya bikin geger warga setempat. Tapi juga menggemparkan para peneliti antariksa di Indonesia.

Berbagai spekulasi muncul terkait benda yang diyakini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai bagian dari tabung bahan bakar roket RRT Longmach/Chang-Zheng 3 milik Tiongkok tersebut.

Spekulasi yang paling banyak dibicarakan publik adalah bagaimana jika sampah antariksa itu menimpa manusia atau rumah penduduk?

“Saya tidak bisa membayangkan, kalau benda misterius itu jatuhnya menimpa kepala warga,” kata Sutan Pamenan, 42, warga Kabupaten Agam kepada HaloSumbar, Rabu (19/7).

Ini juga disampaikan sejumlah warga Kota Bukittinggi yang membaca berita penemuan benda misterius itu dari HaloSumbar.com.

“Ngeri juga membayangkan, kalau benda misterius menyerupai kendi yang jatuh di langit Maninjau itu sempat menimpa kepala warga. Siapa yang bertanggungjawab untuk itu,” kata Edison, 56, warga Bukittinggi.

Terkait hal ini, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Profesor Thomas Djamaludin yang dihubungi wartawan HaloSumbar.com, Selasa malam (18/7), memberi penjelasan.

Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika berdarah Gorontalo dan Cirebon ini, jumlah sampah antariksa mencapai belasan ribu. Sampah yang ketinggiannya kurang dari 600 kilometer akan jatuh dalam waktu sekitar 50 tahun.

“Yang ketinggian 400 kilometer akan jatuh dalam hitungan tahun. Ketinggian 300 kilometer akan jatuh dalam hitungan bulan,” sambung Thomas.

“Jatuhnya bisa di mana saja di permukaan bumi. Dengan kemungkinan terbesar jatuh di laut, hutan, atau gurun yang lebih luas daripada daerah berpenduduk,” kata Profesor Thomas yang jebolan Kyoto University itu.

Lantas, bagaimana kalau sampah antariksa yang jatuh dari langit itu menimpa kepala manusia atau permukiman penduduk? Siapa yang bertanggungjawab? Terkait hal ini, Kepala Lapan menjawab tegas.

“Kalau jatuh dan menimbulkan kerugian, negara terdampak bisa menuntut negara pemilik sampah antariksa tersebut yang dimediasi oleh negara ke-3,” tegasnya.


Sumber : http://www.halosumbar.com/2017/07/19/penjelasan-lapan-soal-roket-tiongkok/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL