Kompetensi Utama

Layanan


Workshop Komurindo 2017: Persaingan Antar Tim Gairahkan Nuansa Kompetisi
Penulis Berita : Humas/Zk • Fotografer : Humas/Zk • 20 Jul 2017 • Dibaca : 17802 x ,

Peserta workshop Komurindo 2017 sedang menyimak pemaparan pembuka Kepala Pustekroket, Sutrisno

Workshop untuk Kompetisi Mutan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) 2017, secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Teknologi Roket, Sutrisno di Ruang Auditorium Pusat Teknologi Penerbangan, Kantor LAPAN Rumpin, Bogor, Kamis (20/07). Workshop ini akan berlangsung pada tanggal 20-21 Juli, membahas materi perlombaan yaitu Wahana Sistem Kendali dan Muatan Roket. 

Sutrisno mengatakan, kebutuhan mendasar umat manusia di bidang komunikasi dan transportasi antara lain melalui pemanfaatan teknologi roket untuk meluncurkan satelit ke orbit. Menurutnya, teknologi roket termasuk jenis teknologi yang sangat tertutup bagi setiap negara. Suatu negara sulit melakukan alih teknologi dari negara lain, mengingat teknologi ini dapat digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. 

Diharapkan, melalui kompetisi ini akan lahir bibit-bibit unggul yang mencintai dan menguasai teknologi roket di bidang struktur, kendali, maupun elektronika, termasuk sistem kontrol dan muatan roket (payload). Oleh sebab itu, LAPAN berupaya terus menerus untuk mewujudkan kemandirian. Salah satunya, melalui kegiatan ini, dengan misi menumbuhkembangkan rasa cinta teknologi penerbangan dan antariksa sejak dini.

Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Umum (KSHU), Christianus R. Dewanto, selaku Ketua Panitia Komurindo-Kombat 2017 memaparkan kegiatan Komurindo setiap tahunnya dan proses penyelenggaran kali ini. Ia berharap, baik peserta maupun dosen pembimbing memperbanyak mitra dan memperluas wawasan berbagai kemajuan dalam penguasaan teknologi yang dilakukan oleh masing-masing tim untuk perbandingan studi dan evaluasi. 

Selama ini, tim Subbagian Edukasi Publik telah melakukan sosialisasi ke beberapa Universitas di Indonesia. Lokasi pelaksanaannya antara lain Kampus Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Tanjung Pura (Pontianak), Universitas Sumatra Utara (Medan), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). 

Tema KOMURINDO 2017 yaitu "Pemantau grafis sikap luncur roket uji muatan dalam visualisasi odometri tiga dimensi dan pengambilan foto dari ketinggian pengendalian roket Electric-Ducted Fan (EDF) dalam mencapai sasaran secara orizontal". Materi workshop dipresentasikan oleh Herma Yudhi Irwanto (LAPAN) yang menjelaskan roket kendali, Dr. Indrawanto (ITB) menerangkan sistem kendali, dan Dr. Arif Nur Hakim tentang kompetisi muatan roket. 

Peserta yang masuk kompetisi berjumlah 25 tim, yaitu COM TIM (Universitas Mataram); STMKG Aero Bravo (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Geofisika); Garuda Ganesha (Institut Teknologi Bandung); Bughats Roket (Universitas Tanjungpura); TEUS’15 (Universitas Suryadarma); FLASHIPS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya); FUNNY FUGE’s (Universitas Gunadarma); GAD_TEUS (Universitas Surabaya); EEPI Sky G-08 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya); ULTRON (Universitas Gadjah Mada); EAGLE ART UNESA (Universitas Negeri Surabaya); MUTAN S-32 (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta); DIRK-SAGITTA (Universitas Komputer Indonesia - Unikom); SINGHASARI_USRC (Universitas Negeri Malang); Aero_Sphere (Politeknik Negeri Medan); STRAMAKARA UI (Universitas Indonesia); Reaktor Rocket Team (Universitas Negeri Makassar); ARJUNA (Universitas Udayana); TRU R-I (Universitas Trunojoyo Madura); ICAROS (Universitas Negeri Yogyakarta); Legacy TY-01 (Universitas Teknologi Yogyakarta); ROCKET E205 (Institut Teknologi Sepuluh Nopember); GOLDWIN 17 (Universitas Diponegoro); CAMAR APTRG (Universitas Telkom); Rollete-X G3 (Universitas Sumatera Utara). 

Pada kompetisi kali ini lolos peserta baru yaitu tim dari Universitas Tanjung Pura. Sebagaimana penuturan Bomo, selaku dosen pembimbing, pihaknya sudah mempersiapkan dengan matang mahasiswanya mengikuti ajang ini. Ia pun berharap agar tim yang dibimbingnya bisa meraih kejuaraan. 

Tak kalah dengan peserta baru, ada beberapa tim yang termasuk dalam peserta dengan ‘muka lama’, yang pernah mengikuti kompetisi pada ajang serupa di tahun sebelumnya. Mereka antara lain tim dari Unikom yang pernah meraih juara satu berturut-turut dari tahun 2014, 2015, dan 2016. Salah satu penuturan Ketua Tim Unikom, Alfian Nurwan, berharap agar timnya bisa mempertahankan prestasi tersebut sesuai dengan slogan kampus, menjadikan prestasi dan juara sebagai budaya. Nuansa persaingan tim baru dan tim lama ini yang sudah tidak sabar untuk segera menyaksikan perlombaannya. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL