Kompetensi Utama

Layanan


Antisipasi Bencana Kabut Asap, Pemanfaatan Lahan Gambut jangan Diteruskan
Penulis : Redaksi • Media : Edunews.id • 26 Jul 2017 • Dibaca : 11004 x ,

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, dan SNNP dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terdeteksi 170 titik panas (hotspot) di wilayah Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh dan Nusa Tenggara Timur menyumbang titik api terbanyak dibanding provinsi lain.

Pakar hukum lingkungan Universitas Airlangga Surabaya, Suparto Wijoyo, berharap kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak perlu menghiraukan pihak-pihak yang menghendaki pemanfaatan lahan gambut diteruskan.

“Presiden tak perlu hiraukan keinginan pengusaha yang ingin memanfaatkan lahan gambut. Cukup sudah bencana kabut asap pada 2015 terjadi. Pembisik Presiden yang ingin memanfaatkan gambut jangan lari ketika bencana kebakaran lahan terjadi. Sudah jelas gambut tidak boleh dikuras,” katanya, Rabu (26/7/2017).

Suparto menambahkan, Presiden sebenarnya sudah mempunyai sikap, yakni tidak ada kompromi pada pelaku pembakar lahan.

“Saya tetap percaya komitmen Presiden dan tak akan terpengaruh, ini extraordinary crime, perlu ada tindakan extra extraordinary pula kalau ada pembakaran. Ingat pemanfaatan lahan gambut bukan berarti memperbolehkan pembakaran,” tegasnya.

Perlu diketahui, kabut asap yang berasal dari pembakaran lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan bahan baku kertas menyelimuti Singapura, sebagian wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand, selama lebih dari sebulan pada tahun 2015.

Bank Dunia memperkirakan Indonesia mengalami kerugian sekitar 16,1 miliar dollar akibat bencana kabut asap.

Presiden Joko Widodo sebenarnya telah meminta menteri dan gubernur untuk memberlakukan moratorium izin pemanfaatan hutan dan lahan gambut selama dua tahun.

Larangan yang dikeluarkan pada tahun 2011 ini telah diperpanjang dua kali oleh pemerintah.




Sumber : https://www.edunews.id/news/nasional/antisipasi-bencana-kabut-asap-pemanfaatan-lahan-gambut-jangan-diteruskan/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL