Kompetensi Utama

Layanan


Titik Api Kebakaran Hutan di Kalbar Meluas
Penulis : Oscar Ferry • Media : cnnindonesia.com • 31 Jul 2017 • Dibaca : 11742 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) merilis sejumlah lokasi titik panas kebakaran hutan dan lahan.

Dalam seminggu terakhir sebaran hotspot terbanyak terdapat di Kalimantan Barat, NTT, dan Aceh.

Satelit Terra, Aqua, dan SNNP milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Minggu (30/7) pagi mendeteksi 126 titik api di Kalimantan Barat, dengan rincian 77 hotspot kategori sedang, dan 49 hotspot kategori tinggi.

Peningkatan intensitas cuaca kering selama musim kemarau juga meningkatkan jumlah titik api.

"Khusus di Kalimantan Barat, dalam empat hari terakhir kebakaran hutan dan lahan meluas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
kepada CNNIndonesia.com.

Sebaran hotspot di Kalimantan Barat adalah di Kabupaten Sintang 40 titik, Kapuas Hulu 36 titik, Sanggau 26 titik, Landak 10 titi, Malinau 3 titik, Sekadau 3 titik, Bengkayang 2 titik, dan Melawi 2 titik.

"Sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Pembukaan lahan dengan cara membakar masih banyak dilakukan di daerah ini," ucap Sutopo.

Meskipun sudah dilarang, kata Sutopo, ditambah dengan himbauan dan patroli ke pelosok, pada kenyataannya masih banyak pembakaran hutan dan lahan.

"Pantauan satelit Himawari8 dari BMKG menunjukkan asap tipis sudah menyebar di beberapa daerah di Kalimantan Barat," ucapnya.

Sutopo menjelaskan, Trajektori asap pada (29/7) sore menunjukkan asap dari sekitar Kabupaten Ketapang menyebar hingga ke Kabupaten Kayong Utara, Kubu Raya dan Kota Pontianak.

BNPB telah mengerahkan upaya mengatasi kebakaran hutan lewat udara dan darat. (Ilutrasi helikopter BNPB/Detikcom/istimewa)
Sedangkan asap di sekitar Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kapuas Hulu secara umum tidak terbawa jauh dari lokasi hotspot.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh satgas terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

BNPB mengerahkan 4 helikopter pembom air yaitu jenis Bell 214B, MI-8, Kamov KA32 dan Bolcow 105, sementara satgas darat yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, Damkar dan masyarakat memadamkan di beberapa lokasi hotspot.

"Kendala satgas darat adalah luasnya wilayah yang harus dijaga, akses menuju lokasi kebakaran seringkali sulit medannya, terbatasnya sumber air dari lokasi kebakaran, keterbatasan alat, cuaca kering, dan tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membakar masih cukup rendah," kata Sutopo.

Adapun puncak kemarau diperkirakan berlangsung hingga September mendatang sehingga ancaman kebakara hutan dan lahan dapat meningkat.



Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170731091121-20-231375/titik-api-kebakaran-hutan-di-kalbar-meluas/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL