Kompetensi Utama

Layanan


Mau Meneropong Bintang secara Gratis? Datang ke Gedung Sate Minggu Malam
Penulis : Redaksi • Media : pikiran-rakyat.com • 05 Aug 2017 • Dibaca : 15891 x ,

BANDUNG, (PR).- Tidak perlu pergi jauh dari pusat Kota Bandung untuk menikmati dan mengamati benda-benda langit seperti rasi bintang, planet, dan satelitnya. Minggu 6 Agustus 2017 malam, semua dapat diamati di halaman Gedung Sate, Kota Bandung.

Dalam rangka menyambut Hari Antariksa Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar Dark Sky Night (Malam Langit Gelap). Dalam acara ini, kedua lembaga mengundang masyarakat umum untuk menikmati pesona antariksa di tengah kota. Acara ini juga didukung oleh Imah Noong.

Kepala Bagian Publikasi Sekretariat Daerah Jawa Barat, Ade Sukalsah mengatakan, tak cuma ada peneropongan Bulan, Saturnus, dan Jupiter dengan teleskop. Di Aula Barat Gedung Sate juga akan disiapkan mini planetarium yang dibuka sejak pukul 17.00 WIB.

"Acara peneropongan dimulai dari 20.00 WIB, dan kami meminta dukungan dari warga maupun perkantoran sekitar Gedung Sate untuk mematikan lampu depan atau luar ruangan, sejam saja," katanya di Gedung Sate, Sabtu 5 Agustus 2017.

Menurut Ade, selain peneropongan, acara ini juga akan dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai antariksa dan polusi cahaya. "Silakan warga berbondong-bondong Minggu malaman di halaman Gedung Sate untuk berwisata edukatif secara gratis," katanya. Dia menambahkan bahwa gelaran ini juga termasuk rangkaian Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke-72.

"Satu lagi, untuk warga yang berminat datang ke acara ini bisa duluan untuk mendownload aplikasi 'Sky Map'. Download di ponsel pintar berbasis android masing-masing. Nanti kita bisa sama-sama mengakurkan yang di ponsel dan di langit oleh para ahlinya," tambah Ade.

Hari Antariksa Nasional
Peneliti Senior dari Pussainsa LAPAN, Gunawan Admiranto menjelaskan sejarah Hari Antariksa Nasional. Pada tanggal 6 Agustus tersebut adalah tanggal dimana Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan disahkan.

Gunawan menyebutkan UU ini memiliki urgensi bagi perkembangan keantariksaan nasional. Di antara manfaatnya yang besar, adalah bagi bidang ekonomi, pertahanan, dan keamanan. UU ini penting apalagi kegiatan keantariksaan juga mengandung risiko seperti kegagalan peluncuran satelit dan roket. Termasuk kemungkinan tabrakan akibat peluncuran, atau konflik antarnegara dalam penggunaan slot orbit dan sampah antariksa.

Lebih jauh, UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan yang mulai berlaku 6 Agustus 2013 tersebut, menjadi wujud perlindungan bagi negara ini dalam berbagai kegiatan keantariksaan.

Kegiatan keantariksaan tersebut meliputi penelitian dan pengembangan di bidang sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi keantariksaan, dan peluncuran wahana antariksa seperti roket dan satelit.

UU Keantariksaan sangat penting bagi Indonesia. Karena secara geografis, negara ini memiliki posisi yang strategis atau ideal untuk penyelenggaraan kegiatan keantariksaan.

Posisi ini mengakibatkan wilayah Indonesia diminati negara lain untuk kerja sama di bidang keantariksaan. UU ini akan menjadi pedoman dan aturan bagi pelaksanaan kerja sama tersebut untuk perlindungan terhadap kepentingan Indonesia.

"Agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesimbangan alam dan bahaya polusi cahaya, kegiatan pemadaman lampu sejam lalu mengamati langit ini kami gulirkan," katanya.***


Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/08/05/mau-meneropong-bintang-secara-gratis-datang-ke-gedung-sate-minggu-malam








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL