Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Berbagi Ilmu Keantariksaan dengan Pelajar SMK di Garut
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 10 Aug 2017 • Dibaca : 654 x ,

Pelajar SMK Negeri 2 Garut menyimak paparan sosialisasi tentang edukasi keantariksaan yang dijelaskan Kepala Sub Bagian Edukasi Publik, Happpy Rumiris.

Teknologi roket itu tergolong sulit diperoleh. Di dalam membuat eksperimen, butuh otak yang encer, tenaga yang super, dan nyali yang besar untuk mengembangkannya. Untuk itu, kita harus semangat dan bekerja keras dalam meraih cita-cita yang kita inginkan!”. Pernyataan tersebut merupakan kutipan yang disampaikan Peneliti Bidang Roket, Dr. Arif Nurhakim, saat memberikan sosialisasi kepada pelajar SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat, Rabu (09/08). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara persiapan dalam mendukung semarak Komurindo-Kombat 2017.

Arif mengajak para pelajar di sekolah tersebut, sebagai generasi muda, mereka tidak hanya berbekal kepintaran saja dalam mengenyam pendidikan. Namun mereka juga harus teliti dan tekun dalam mempelajari ilmu dan mengembangkan wawasan. 

Apalagi ilmu tentang peroketan merupakan ilmu yang sensitif, tidak mudah dikuasai oleh setiap negara. Ada masalah utama dalam mengembangkan teknologi roket. “Semua serba ekstrim! Baik temperatur, tekanan, maupun kecepatannya,” terangnya. Sedikit saja kesalahan dalam pembangunannya, bisa berakibat fatal bahkan mengancam nyawa. 

Sementara Arif mengenalkan pengembangan teknologi roket LAPAN, diawali dengan sejarah pembangunan Roket Kartika pada tahun 1962. Selanjutnya ia menjelaskan berbagai macam roket yang dikembangkan LAPAN saat ini berdasarkan kegunaannya. Ada berbagai macam roket, antara lain Roket Modifikasi Cuaca, Roket Petir, Roket Kendali, Roket Sonda, dan sebagainya. 

Pada kesempatan ini, peserta sosialisasi juga memperoleh bekal ilmu pengetahuan bidang sains dan teknologi atmosfer. Peneliti Bidang Sains Atmosfer, Ginaldi Arif Nugroho mengajak mereka berdiskusi interaktif tentang fenomena atmosfer dan pengukurannya. Mereka dikenalkan dengan berbagai macam peralatan untuk mengukur atmosfer antara lain, Radar, Lidar, Roket Sonda, dan Balon Sonda. 

Dijelaskan secara detil pula, bagaimana pengukuran sebagaimana digambarkan dalam video Ekspedisi Menembus Langit. Digambarkan di hadapan peserta, proses peluncuran pesawat tanpa awak ketika menembus lapisan stratosfer dengan wahana peluncuran balon sonda. Peserta sangat antusias memperhatikan detil penerimaan data yang diperoleh dari muatan pesawat tersebut. 

Terkait dengan kegiatan Kombat, Ginaldi menunjukkan gambar garis Pantai Cilateureun dari hasil penerimaan data muatan balon udara milik salah satu peserta Kombat pada kompetisi sebelumnya. Ia menjelaskan, muatan tersebut dikembangkan sendiri dengan inovasi dan kreasi masing-masing peserta. Maka, ia berharap, agar para pelajar di Garut, sebagai generasi muda bisa meniru dan mengembangkan kreativitasnya, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan bidang penerbangan dan antariksa.

Kepala Sub Bagian Edukasi Publik, Happy Rumiris menghimbau, agar para pelajar tidak boleh pantang menyerah untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya demi memajukan bangsa ini. “Maka, kami mengajak para siswa yang hadir di sini untuk menyaksikan kegiatan Komurindo-Kombat yang akan kami selenggarakan nanti dengan puncak acara lomba pada tanggal 24 Agustus di Pameungpeuk. Dari sana, adik-adik berpijak, mendapat bekal pengalaman berharga, praktik dari ilmu yang diperoleh dalam pelajaran sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, LAPAN menjadi satu-satunya badan antariksa nasional dengan empat kompetensi utama terkait riset keantariksaan. Untuk mendorong minat generasi muda agar mencintai ilmu keantariksaan, ia memaparkan beberapa program edukasi yang bisa diakses oleh seluruh pelajar di Indonesia. LAPAN secara rutin menyelenggarakan kegiatan kompetisi seperti Water Rocket Competition, Komurindo-Kombat, dan LAPAN Space Debate

Untuk menyebarluaskan informasi pengetahuan bidang keantariksaan, LAPAN juga menyelenggarakan kegiatan semacam seminar, simposium, momentum perayaan hari besar nasional dan internasional terkait bidang keantariksaan, dan sebagainya. Untuk menambah wawasan generasi muda, LAPAN juga membuka diri menerima kunjungan pelajar ke beberapa lokasi fasilitas dan PKL/magang kerja. “Kami juga siap memberikan pembekalan seperti training dan pelatihan untuk mempersiapkan kompetisi sampai ke tingkat asia pasifik, bahkan internasional,” jelasnya.

Acara ini dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Rana Diana dan perwakilan pihak sekolah. “Sesuai dengan delapan jurusan keilmuan di sekolah tersebut, pihak sekolah berharap agar murid-muridnya bisa bertambah wawasan, bahkan mendapat kesempatan lebih diberikan pelatihan dasar dalam membuat roket,” ungkap Asep, perwakilan guru SMK Negeri 2 Garut. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL