Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Selenggarakan Talkshow untuk Semarakkan Ritech Expo 2017
Penulis Berita : Humas/Sur • Fotografer : Humas/Sgd • 15 Aug 2017 • Dibaca : 21283 x ,

Suasana pemaparan LAPAN dalam Talkshow inovasi teknologi penerbangan dan antariksa untuk pemantauan maritim.

Talkshow tentang hasil inovasi penelitian dan pengembangan menjadi bagian acara yang menarik dalam rangkaian Ritech Expo ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/08). Adapun tema yang dibangun kali ini yaitu inovasi teknologi penerbangan dan antariksa untuk pemantauan maritim.

Kegiatan yang dikemas dalam diskusi interaktif ini menghadirkan Sutan Takdir Ali Munawar (Kepala Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare), Agus Bayu Utama (Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Penerbangan), Suaydhi (Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer), Unggul Satria Yudho Tomo Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat), dan Jasyanto (Kepala Bagian Hubungan Masyarakat).

Jasyanto menjelaskan tugas pokok LAPAN dalam melakukan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Tugas tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2013 tentang keantariksaan. Sebagaimana bunyi pasal 7, kegiatan keantariksaan meliputi sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi keantariksaan, peluncuran, dan kegiatan komersial keantariksaan.

LAPAN menetapkan empat kompetensi utama yaitu sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, teknologi dan pemanfaatan penginderaan Jauh, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Kegiatan penelitian LAPAN didukung berbagai fasilitas yang berlokasi di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Bukittinggi (Sumatera Barat), Pontinak (Kalimantan Barat), Jakarta, Bogor, Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Biak (Papua Barat).

Sementara itu, Munawar memaparkan operasional Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare. Kegiatannya antara lain perekaman dan pengolahan data awal, pengoperasian, smapai dengan pemeliharaan. Dalam akuisisi data satelit penginderaan jauh, stasiun bumi ini dapat menerima data satelit baik resolusi tinggi, menengah, maupun rendah.

Agus Bayu Utama mempresentasikan penelitian pesawat tanpa awak LAPAN Surveillance UAV (LSU) yang telah mencetak beberapa generasi yaitu LSU 01, 02, 03, dan 05. Aplikasi pesawat ini telah dimanfaatkan untuk pemantauan garis pantai, perkebunan, kebakaran hutan, serta pemantauan pergerakan kapal dan kegiatan kemaritiman lainnya.

Sementara Suaydhi menyampaikan hasil inovasi untuk keselamatan pelayaran dan peningkatan produksi perikanan tangkap dengan sistem informasi yang dinamakan Sistem Embaran Maritim (SEMAR). Menurutnya, pemantauan dan prediksi kondisi atmosfer dan lautan sangat penting untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan.

Sedangkan terkait perkembangan hasil litbang teknologi satelit disampaikan terakhir oleh Unggul Satria Yudho Tomo. Ia menceritakan pengembangan satelit yang dibangun LAPAN secara mandiri, mulai dari LAPAN A1-LAPAN/TUBSat, LAPAN A2-LAPAN/Orari, serta LAPAN A3-LAPAN/IPB. Ketiga satelit ini telah berhasil diluncurkan dan diaplikasikan sesuai dengan misinya.

Adapun aplikasi satelit tersebut telah dimanfaatkan antara lain untuk pemantauan Terumbu Karang Raja Ampat (Papua Barat) yang ditabrak kapal pesiar Caledonian Sky. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk pemantauan lahan pertanian, kebakaran hutan, serta komunikasi radio. Sambil menjelaskan, Unggul menunjukkan salah satu hasil pencitraan satelit milik LAPAN ini yaitu wilayah Kota Makassar.

Peserta Talkshow cukup aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Antara lain pertanyaan tentang cara memperoleh data citra satelit dari LAPAN, kinerja pesawat tanpa awak, masa aktif satelit, apa yang terjadi jika satelit sudah tidak aktif, sampai dengan program sosialisasi terkait sistem informasi yang digunakan untuk penangkapan ikan.

Pameran Ritech Expo ke-22 menampilkan produk-produk hasil inovasi karya para peneliti dari berbagai kementerian/Lembaga, badan litbang daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan kalangan industri serta innovator. Ditampilkan pula demo produk hasil inovasi, demo sains, temu bisnis, serta lomba fotografi dan video. Ritech Expo berlangsung tanggal 10-13 Agustus 2017 di Wisma Negara, Cetra Point of Indonesia, Makasar, Sulawesi Selatan.

Pada pameran kali ini terdapat 183 stan yang diisi oleh berbagai entitas, antara lain Kemenristekdikti (13 unit utama), perguruan tinggi (35 unit), Balitbangda (10), Kementerian/lembaga (20), industri dan BUMN (20), serta asosialisi dan komunitas (10).


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL