Kompetensi Utama

Layanan


JANAKA sebagai Sarana Berbagi Ilmu dan Pengalaman Bidang Astronomi
Penulis Berita : Humas/Happy • Fotografer : Humas/Riri • 22 Sep 2017 • Dibaca : 100511 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin membuka secara resmi kegiatan JANAKA yang diselenggarakan di BPAA Pasuruan, Jawa Timur pada tanggal 22-24 September 2017.

LAPAN menjadi tuan rumah Jambore Nasional Klub Antronomi 2017 (JANAKA) tanggal 22-24 September 2017 di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini digagas oleh beberapa klub astronomi Indonesia untuk mengedukasi generasi muda agar mencintai dan mempelajari ilmu pengetahuan astronomi dan antariksa.

Ketua Panitia Pelaksana, M. Thoyib dari Surabaya Astronomi Club menyampaikan tujuan diselenggarakan JANAKA sebagai tempat berkumpulnya para astronomi amatir Indonesia. Mereka berbagi ide dan pengalaman guna memajukan astronomi Indonesia.

Rangkaian kegiatan JANAKA antara lain seminar, star party, penanaman pohon untuk mendukung kampanye malam langit gelap, serta tour the lab untuk memberikan pengalaman sebagai astronom profesional sehari dengan menggunakan peralatan penelitian yang dimiliki oleh LAPAN. Thoyib mengatakan, kegiatan ini diikuti 244 peserta dari 38 komunitas astronom amatir yang tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Ia berharap, peserta dapat memahami secara kompehensif, sehingga bisa mengaplikasikan pengetahuaannya setelah kembali ke daerah masing-masing.

Kepala BPAA Pasuruan, Dian Yudha Risdiyanto menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelayanan publik LAPAN Pasuruan kepada masyarakat.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaludin secara resmi membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya sains dan astronomi. Hal tersebut sebagai media untuk melawan segala hoax, mencerdaskan masyarakat dan melawan argumen para komunitas bumi datar, serta isu equionox yang saat ini santer beredar di media sosial, yang mengatakan seolah-olah bumi kita lebih panas.

Equionox merupakan dinamika pemanasan dan transisi angin yang menyebabkan suhu panas naik, namun tidak sampai 40 derajat. Berita hoax seperti ini harus dilawan dengan penjelasan ilmiah. Ia berharap pada astronom amatir yang bergabung di klub astronomi harus bisa menjelaskan dan memberikan informasi yang benar. Sehingga hal tersebut bisa membedakan informasi kebenaran sains.

Thomas menambahkan, untuk menjadi atronom amatir, tidak harus menggunakan teleskop. Ia bisa menggunakan kamera. LAPAN menyambut ide JANAKA karena selaras dengan tujuan LAPAN untuk menjadi pusat unggulan baik dari segi kompetensi dan layanan, termasuk layanan edukasi publik. Kegiatan ini menjadi sarana membangun kecerdasan sains masyarakat, menularkan semangat belajar sains semesta, dan mencerdaskan masyarakat. Ia berharap semangat ini terus berkembang.

Sementara seminar yang berlangsung menghadirkan pembicara Kepala LAPAN, Dr. Hakim L. Malasan dari ITB, dan Kepala BPAA Pasuruan. Dalam seminar ini, Kepala LAPAN memberikan masukan kegiatan untuk komunitas agar mengukur polusi cahaya kota dengan menggunakan alat SQM. Mereka juga bisa mengedukasi masyarakat dengan cara memasang lampu yang benar, yaitu dengan arah pancar cahaya ke bawah.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL