Kompetensi Utama

Layanan


Upaya BNPB Mencegah Gunung Agung Memakan Korban
Penulis : Dheri Agriesta • Media : metrotvnews.com • 25 Sep 2017 • Dibaca : 8066 x ,

Metrotvnews.com, Jakarta: Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, terakhir kali meletus pada 1963. Letusan itu berlangsung selama satu tahun dan menewaskan sekitar 1.500 jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, korban berguguran karena belum adanya sistem peringatan dini yang baik seperti sekarang. Sementara, dengan peralatan saat ini, pos pengamatan bisa membedakan jenis gempa dan kedalamannya.

"Kemudian juga dipasang peralatan sampai kita tahu terjadi penggelembungan (pada Gunung Agung)," kata Kepala Informasi dan Data BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin 25 September 2017.

Penggelembungan ini bisa dideteksi menggunakan satelit sentinel. Selain itu, aktivitas gunung api di Indonesia juga dipantau satelit LAPAN. Hal ini mempermudah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menentukan status gunung api.

Dengan bantuan alat tersebut, PVMBG juga bisa menentukan radius bahaya yang harus dikosongkan penduduk. Hal ini, bisa digunakan sebagai acuan peringatan dini kepada masyarakat. "Sehingga masyarakat mengetahui gunung akan meletus," kata Sutopo.

Peralatan serupa ini tak ada saat Gunung Agung memuntahkan isi perutnya pada 1963. Masyarakat yang merasakan gempa kecil masih tetap bertahan di rumah mereka, beraktivitas seperti biasa. "Kemudian tiba-tiba terjadi letusan yang eksplosif seketika yang menimbulkan korban jiwa," kata Sutopo.

Tak hanya itu, pascaletusan masih ada ancaman banjir lahar dingin yang mengancam jika curah hujan meninggi. Pada 1963, banjir lahar dingin menewaskan sekitar 200 jiwa.

Saat ini, BNPB bisa mendeteksi prakiraan curah hujan dari BMKG. Dengan begitu, BNPB bisa mengetahui potensi curah hujan dan membuat simulasi potensi banjir lahar dingin yang akan mengancam.

"Sehingga kita bisa cari tahu potensi lahar dingin berapa dan ke mana, sehingga kita bisa informasikan kepada masyarakat untuk melakukan evakuasi," jelas Sutopo.


Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiwa/xkErOdpK-upaya-bnpb-mencegah-gunung-agung-memakan-korban








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL