Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia-China Bahas Kerja Sama Keantariksaan
Penulis Berita : Humas/Lela • Fotografer : Humas/Lela • 01 Oct 2017 • Dibaca : 16078 x ,

Foto bersama delegasi Indonesia dan China.

LAPAN menjadi tuan rumah penyelenggaraan “2nd Indonesia-China Joint Committee Meeting on Aerospace Cooperation” pada 28 dan 29 September 2017 di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali. Pertemuan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, Dr. Orbita Roswintiarti sebagai ketua delegasi Indonesia dan Sekretaris Jenderal Badan Antariksa China atau China National Space Administration (CNSA), Tian Yulong, sebagai ketua delegasi China.

Selain dari LAPAN, pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari Kementerian Luar Negeri (Direktorat Asia Timur dan Pasifik, Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan, dan Direktorat Kerja Sama Eksternal ASEAN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktorat Jenderal Sumberdaya Perangkat Pos dan Informatika). Sementara itu, delegasi dari China berasal dari China National Space Administration (CNSA), China Academy of Space Technology (CAST) International, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), China Satellite Launch TT&C General (CLTC), ChinaRS Geoinformatics Co dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia.

Penyelenggaraan pertemuan komite bersama kerja sama di bidang antariksa yang kedua ini merupakan hasil keputusan dari komite bersama kerja sama di bidang antariksa pertama pada 9 hingga 11 Maret 2015 di Beijing, China. Selama pertemuan, para delegasi menyampaikan kegiatan dan kemajuan kerja sama keantariksaan masing-masing negara.

Dalam sambutannya, ketua delegasi Indonesia menyampaikan pentingnya kedua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang antariksa. Tujuannya yaitu, guna mengimplementasikan Garis Besar Kerja Sama di Bidang Keantariksaan 2015-2020 antara Indonesia dan China.

Terdapat sebelas bidang Garis Besar Kerja Sama di Bidang Keantariksaan 2015-2020 kedua negara. Bidang tersebut meliputi peluncuran satelit, observasi bumi, satelit komunikasi, satelit navigasi, telemetri penjejakan dan kontrol, roket sonda, fasilitas keantariksaan, subsistem/ instrumen/ komponen/ material satelit, sains sntariksa, pelatihan dan pendidikan, serta teknologi aeronautika.

Orbita menambahkan bahwa semangat kerja sama harus menjadi modal untuk mensinergikan kedua negara. Sinergi ini untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menemukan peluang yang lebih baik, serta sarana belajar dari satu sama lain. Oleh karena itu, kedua pihak perlu mengkolaborasikan kegiatan dan program keantariksaan guna mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan.

Selanjutnya, Ketua Delegasi China dalam sambutannya mengatakan bahwa kerja sama antariksa sejalan bagi kepentingan kedua negara. Tian Yulong juga berharap kerja sama ini akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara.

Isu penting yang menjadi pembahasan dalam pertemuan komite bersama antara lain meliputi satelit dan pengembangan kapasitas. Selain itu, pertemuan komite bersama ini juga membahas isu dalam kerja sama ASEAN-China seperti mekanisme proyek kerja sama ASEAN-China dan Satellite Information Maritime Application Center (SIMAC) LAPAN. Pertemuan ini juga membahas kemajuan eksplorasi antariksa CNSA dan pesawat terbang N219 hasil kerja sama LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL