Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Penginderaan Jauh (remote sensing) Berperan Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Penulis : Ayu • Media : Mitrapol.com • 23 Oct 2017 • Dibaca : 13742 x ,

MITRAPOL.com - Dalam rangka meningkatkan sosialisasi hasil penelitian, pengembangan Teknologi Penginderaan jauh (remote sensing) serta Untuk menajamkan peran tersebut, LAPAN menyelenggarakan Seminar Nasional Penginderaan Jauh Tahun 2017 (Sinas Inderaja 2017) dengan tema “Peningkatan IPTEK Penginderaan Jauh dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik.” di The Margo Hotel, Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Selasa, 17 Oktober 2017.

Teknologi Penginderaan Jauh menjadi Salah satu teknologi keantariksaan yang dapat diandalkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan salah satunya dengan Penginderaan jauh dengan cara memanfaatkan wahana satelit atau pesawat untuk pemantauan permukaan bumi.

Jaswanto Sahoer Kabag Humas LAPAN menjelaskan , Saat ini teknologi penginderaan jauh dengan wahana satelit telah berkembang dengan pesat, dengan resolusi spasial tinggi mencapai 0.31 meter. Artinya, mampu mengindentifikasi objek di permukaan bumi yang berukuran 0.31 X 0.31 meter. Sedangkan satelit dengan resolusi spasial rendah digunakan untuk pemantauan skala nasional, serta merekam data setiap hari. Bahkan satelit pengamatan cuaca dapat diterima setiap setengah jam sekali. Teknologi penginderaan jauh satelit mulai berkembang pesat sejak 1970, dengan dioperasikannya satelit-satelit seri National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk keperluan lingkungan dan cuaca.

Satelit ini diluncurkan 1970 dan berlanjut sampai NOAA 19 yang diluncurkan tahun 2005. Kemudian satelit sumber daya alam yang pertama diluncurkan adalah satelit Earth Resources Technology Satellite (ERTS) tahun 1972. Satelit ini berubah nama menjadi Landsat 1 yang merupakan satelit pertama dari satelit-satelit seri Landsat. Perkembangan teknologi ini berkembang pesat dengan ratusan satelit penginderaan jauh beredar di angkasa luar, mulai dari resolusi spasial rendah, menengah, dan tinggi.

Dengan beragamnya resolusi tersebut, pemanfaatan datanya makin luas di berbagai sektor pertumguhan ekonomi, seperti inventarisasi sumber daya alam (kehutanan, efisiensi peningkatan produktivitas pertanian, perkebunan, sumber daya air, sektor pertambangan energi dan sumber daya mineral, efisiensi penangkapan ikan, dan lain-lain), pemantauan lingkungan rawan bencana (kebakaran hutan, longsor, banjir, dan lain-lain), prediksi cuaca dan iklim, prediksi masa tanam untuk tanaman pangan, serta pembuatan informasi tematik untuk perencanaan pembangunan untuk peningkatan pendapatan Negara.

“Diharapkan, kegiatan tersebut bisa menjadi forum tukar menukar informasi dalam segala aktivitas kegiatan penginderaan jauh untuk sektor ekonomi. Untuk itu, LAPAN menggandeng berbagai unsur terlibat di dalamnya baik dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat”, jelasnya.


Sumber : http://www.mitrapol.com/2017/10/teknologi-penginderaan-jauh-remote.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL