Kompetensi Utama

Layanan


Observatorium Nasional Timau untuk Kemajuan Kawasan Timur Indonesia
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/Sgd • 09 Nov 2017 • Dibaca : 61300 x ,

Foto bersama para peserta Seminar Observatorium Nasional Timau di Kantor LAPAN Pekayon, Jakarta, Rabu (08/11)

Rabu (08/11), LAPAN menyelenggarakan Seminar Observatorium Nasional (Obnas) Timau di Gedung Indriya Bhuwana, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, Jakarta. Acara tersebut sebagai sarana koordinasi antar institusi dan pemangku kepentingan untuk mempersiapkan berbagai hal guna merealisasikan pembangunannya.

LAPAN bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (UNdana), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Pemkab Kupang akan membangun sebuah fasilitas pengamatan antariksa modern, Obnas Timau. Obnas terbesar se-asia tenggara ini dibangun di Gunung Timau, Kupang, NTT dengan target penyelesaian pembangunan pada 2020.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Dr. Emmanuel Sungging mengatakan, Obnas Timau adalah sebuah fasilitas pengamatan antariksa. Obnas memiliki fasilitas teleskop berdiameter 3,8 meter. Lokasi tersebut rencananya akan dijadikan tempat riset sains antariksa skala internasional. Sekaligus dibangun sarana edukasi keantariksaan yaitu Pusat Sains.

Untuk tetap menjaga kelestarian alam, maka disusun konsep perencanaan jangka panjang di dalam pembangunan Obnas. LAPAN bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya pembangunan kawasan wisata baru. Wilayah sekitar Obnas juga dikembangkan sebagai kawasan Taman Nasional Langit Gelap (National Dark Sky Park). Ini akan menjadi kawasan wisata khas yang menarik wisatawan, untuk menikmati keindahan alam dan langit di malam hari.

Seminar kali ini bertemakan “Observatorium Nasional dan Pusat Sains untuk Pemberdayaan Daerah dan Pengembangan Iptek Keantariksaan”. Kegiatan tersebut menghadirkan Konsultan Ahli Internasional Kyoto University, Dr. Mikio Kurita, Premana Permadi dan Dr. Mahasena Putra dari ITB, dan Dr. Frans Gana dari Universitas Nusa Cendana Kupang. Dipaparkan pula berbagai masukan dari Kementerian PPN/Bappenas, KLHK, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata.

Rangkaian seminar dibuka secara resmi oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kemendagri, Kemendikbud, Kementerian PDDTT, para peneliti LAPAN, serta perwakilan perguruan tinggi, perangkat daerah, wakil masyarakat, dan lembaga lainnya.

Kepala Pusat Sains Atmosfer, Clara Y. Yatini memaparkan sejarah pengembangan Obnas Timau diawali dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama pada tahun 2015. Diharapkan, seminar tersebut bisa menghasilkan lebih banyak lagi kerja sama dengan berbagai mitra sehingga dapat memacu pengembangan iptek dan pembangunan Obnas Timau.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengatakan, dengan adanya Obnas, berbagai permasalahan sosial dan kemiskinan secara perlahan bisa teratasi sehingga kemajuan ekonomi daerah dapat dipercepat. “Pembangunan Obnas bisa memperkecil jurang komunikasi antar desa di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Maka, ia mengajak masyarakat untuk menjaga eksistensi dan fungsi obnas sehingga bisa berlangsung dalam waktu lama. Untuk itu, ia berpesan, harus ada penerapan iptek dengan kearifan budaya lokal. Tidak hanya untuk memperoleh keuntungan semata, namun tetap menjaga adat dan budaya di lingkungan sekitarnya.

Ia berharap, dalam diskusi yang dibangun nantinya, ditetapkan batas-batas kewenangan dan fungsi untuk membuat tata batas di tiap lingkungan.

Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristekdikti, Dr. Eng. Hotmatua Daulay juga mengharapkan agar pembangunan Obnas berdampak pada produk teknologi, investasi, dan inovasi yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh kalangan terbatas peneliti sains antariksa saja.

Menurutnya, pembangunan Obnas tersebut harus diimbangi dengan SDM yang kompeten untuk beberapa dekade mendatang. Obnas bisa menjadi titik awal percepatan kemajuan Indonesia. Maka harus dipersiapkan dengan baik, jangan sampai gagal di tengah jalan, sehingga Indonesia menjadi tertinggal dengan negara-negara tetangga lainnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL